Jakarta, GPriority.co.id – Usai timnas Indonesia menelan kekalahan dengan skor akhir 5-1 saat melawan Australia beberapa waktu lalu, kini Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, memberikan pernyataan yang menuai kritik dari berbagai pihak.
Dadan menyoroti kekalahan Timnas Indonesia yang menurutnya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang baik. Ia menyebut, untuk bermain sepak bola selama 90 menit membutuhkan kondisi fisik prima, dan sulit dicapai tanpa pola makan bergizi.
“Jangan heran kalau PSSI itu sulit menang karena main 90 menit berat. Kenapa? Karena gizinya tidak bagus dan banyak pemain bola lahir dari kampung,” ujar Dadan.
Dadan juga menilai jika perkembangan Timnas mulai membaik dengan adanya 17 pemain keturunan Belanda yang tumbuh dengan pola makan bergizi. Kendati demikian, Timnas masih kesulitan bersaing dengan negara seperti Jepang, yang telah menerapkan pola makan bergizi selama 100 tahun, sehingga dapat menghasilkan pemain sepak bola dengan kecerdasan dan daya tahan yang jauh lebih baik.
Di samping itu, Dadan juga turut serta membahas pertumbuhan penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 324 juta jiwa pada 2045 nanti. Ia mengatakan, sebagian besar pertumbuhan berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin.
Dadan menekankan bahwa kondisi ini membuat Presiden Prabowo Subianto khawatir terhadap masa depan generasi muda. Oleh karenanya, ia menilai pemerintah perlu melakukan intervensi dalam pemenuhan gizi anak sejak dalam kandungan hingga usia sekolah agar generasi mendatang memiliki tenaga kerja yang lebih berkualitas dan produktif.
Australia Tekuk Indonesia 5-1
Pada babak kualifikasi ketiga Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia tidak mampu meraih hasil yang meyakinkan saat bertandang ke Australia. Skuad Garuda tumbang 1-5 di Allianz Stadium, Sydney, dengan Ole Romeny mencetak satu-satunya gol bagi Indonesia di pertengahan babak kedua.
Hasil ini membuat Australia tetap di posisi kedua, sementara Indonesia berada di dasar klasemen. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Bahrain pada 25 Maret 2025 besok.
Pada babak pertama, Timnas Indonesia sempat tertinggal 0-3 dari Australia setelah gol cepat dari Boyle, Velupillay, dan Irvine. Pada awal babak pertama, Indonesia memiliki peluang mencetak gol dari penalti, tetapi tendangan Kevin Diks membentur tiang gawang, sehingga gol debutnya tertunda. Dari segi permainan, Indonesia sebenarnya telah tampil lebih baik, dan telah melakukan serangan sejak awal.
Editor: Novita Intan
Foto : Dok. Sekretariat Presiden
