Kepala BNPB: Momentum Jaga PROKES

Jakarta,Gpriority-Senin (26/4/2021), Presiden Joko Widodo beserta jajarannya menggelar rapat terbatas (ratas) mengenai penanganan pandemi COVID-19, di Kantor Kepresidenan, Jakarta.

Usai ratas, Kepala BNPB sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Monardo dalam siaran persnya mengatakan bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh daerah yang telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik, sehingga situasi COVID-19 saat ini cukup tenang dibandingkan pada periode Desember, Januari, dan Februari lalu.

“Bapak Presiden memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh daerah yang telah menjalankan protokol kesehatannya dengan baik, sehingga saat ini kita bisa menikmati suasana yang cukup tenang dibandingkan pada periode bulan Desember, Januari, dan Februari yang lalu,” ucap Doni.

Ketua Satgas pun mengajak masyarakat untuk bisa mempertahankan kondisi sekarang. Doni menjelaskan, kasus aktif secara nasional berada pada posisi 6,12 persen dan angka kesembuhan berada pada posisi 91,16 persen.

“Dan sudah diingatkan berulang kali oleh Bapak Menkes, mari kita jaga momentum keberhasilan yang telah kita raih. Dan ini bukan pekerjaan 1-2 institusi, tetapi ini adalah pekerjaan besar bangsa kita,” tambahnya.

Untuk itu, ia meminta seluruh pihak tetap menjaga dan memperhatikan protokol kesehatan karena angka kematian nasional Indonesia masih berada di atas angka kematian global.

Terkait dengan daerah yang kasus Covid-19 yang belakangan ini semakin meningkat, Doni Monardo meminta agar kepala daerahnya melakukan evaluasi, kenapa bisa terjadi peningkatan kasus.” Jika disebabkan karena kerumunan warga dan tidak mematuhi protokol kesehatan, maka harus segera ditindak,” jelas Doni Monardo.

Menyangkut masalah mudik Doni menyampaikan bahwa Presiden Jokowi mengatakan narasi mudik hendaknya mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat dan ini belum ada perubahan.

Selain itu, sambungnya, aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan keagamaan betul-betul dilakukan sesuai dengan aturan yang ada, yaitu patuh kepada protokol kesehatan.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, sejauh ini tinggal 7 persen warga yang tetap akan mudik dari posisi semula adalah 33 persen apabila mudik tidak dilarang. Setelah pengumuman mudik dilarang, angkanya turun menjadi 11 persen. Lalu, turun menjadi 7 persen setelah ada pengumuman dari Presiden Jokowi.

“Tugas kita adalah menurunkan angka yang 7 persen ini menjadi lebih rendah lagi, sehingga mobilitas bisa kita batasi, bisa kita kurangi dan juga tentunya ini akan bisa mengurangi penularan COVID-19 di berbagai daerah,” tutup Doni. (Hs.Foto.dok.Setkab)

Related posts