Ada Embung di Melawi Kalbar

Kabupaten Melawi merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Kalimantan Barat.

Berdasarkan situs wikipedia, Kabupaten Melawi diresmikan pada 7 Januari 2004 dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Sintang. Secara geografis Kabupaten Melawi terletak pada 0°07’- 1°21’LS dan 111°07’- 112°21’ BT dengan luas wilayah 10.640,80 km². Kabupaten Melawi terbagi menjadi 11 Kecamatan dan 169 Desa dengan Sokan sebagai kecamatan terluas (1.577 km²) dan Belimbing Hulu sebagai kecamatan terkecil (454 km²).

Kabupaten Melawi merupakan daerah yang beriklim tropis karena terletak di sekitar garis khatulistiwa. Pada tahun 2018 Kabupaten Melawi mendapat rata-rata curah hujan 254,8 mm (lebih rendah dibanding tahun sebelumnya) dengan rata-rata temperatur 27 °C. Rata-rata kecepatan angin yang tercatat sebesar 2,5 knot, dengan kecepatan angin maksimal terjadi pada bulan Maret sebesar 12,0 knot.

Meski curah hujan di Melawi cukup signifikan, tidak membuat Kementerian PUPR menyurutkan keinginannya membangun embung di Melawi pada tahun 2015. Menurut laman kementerian PUPR yang melatarbelakangi PUPR membangun Embung Babolit yang berlokasi di Dusun Parembang, Desa Landau Tubun, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi adalah sebagai penampungan air untuk didistribusikan sebagai pasokan air baku (18 liter/detik) untuk pemukiman warga sekitarnya dan juga dimanfaatkan sebagai cadangan air saat terjadi kebakaran hutan di wilayah Kabupaten Melawi.

Masih dari laman yang sama, embung yang dibangun dalam dua tahap (2015 dan 2016) memiliki luas luas genangan air sebesar 1,7 hektar dan volume tampungan 129.000 m3.

Tahun 2020, Kementerian PUPR kembali mengeluarkan dana untuk perbaikan Embung Babolit. Menurut laman PUPR, diperbaikinya Embung Babolit dimaksudkan agar tidak terjadi kebocoran yang mengakibatkan banjir bandang di Melawi saat hujan tiba. PUPR berharap setelah perbaikan ini, embung bisa tetap melayani kebutuhan air di Melawi, tidak hanya itu, embung ini bisa dimanfaatkan untuk menambah perekonomian masyarakat. Caranya dengan dijadikan objek wisata.(Hs.Foto.dok.PUPR)

Related posts