Ketua DPRD Nunukan Rahma Leppa: Wanita Harus Bisa Melakukan Manajemen Waktu

Setiap tanggal 21 April, Indonesia selalu memperingati hari Kartini. Momentum peringatan itu dibuat untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini, yang telah memperjuangkan emansipasi wanita.

Sehingga wajar, setiap perayaan hari Kartini diwarnai dengan euforia seperti parade pakaian, perlombaan unik, peragaan busana dan lomba busana nasional,  serta para wanita berkebaya di jalan-jalan umum.

Menurut Ketua DPRD Nunukan, Rahma Leppa, hari Kartini bukan soal seberapa megah perayaannya atau seberapa bagus parade pakaian dan peragaan busananya. Melainkan, bagaimana peran perempuan dalam lingkungan keluarga dan pekerjaan.

“Di tengah pandemi Covid-19, tidak ada euforia seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan memang momentum hari Kartini harusnya jadi evaluasi kita bersama, bagaimana peran perempuan hari ini. Sudahkah dilibatkan dalam mengambil keputusan baik dalam lingkup profesi maupun rumah tangga. Kalau belum maka, emansipasi wanita kehilangan esensinya,” kata Rahma Leppa.

Selain itu Ibu empat anak itu juga menghimbau agar wanita mau melakukan manajemen waktu seperti dirinya. “Sebagai wanita karir yang sudah berkeluarga, melayani keluarga juga harus tetap dilakukan. Contohnya saya. Saya berangkat  ke kantor setiap hari pukul 09.30 Wita. Jadi waktu sebelumnya itu saya gunakan untuk ke pasa belanja kebutuhan dapur. Saya sudah terbiasa melakukan ini sebelum saya menjabat Ketua DPRD. Jadi wanita yang menjalankan peran ganda harus bisa melakukan manajemen waktu, sehingga keluarga merasa tetap kita perdulikan,” ucap Rahma Leppa.

Bahkan,selama menjalankan peran ibu rumah tangga sekaligus wakil rakyat, wanita asal Bone kelahiran 29 Maret 1954 itu, mengaku tak ada kendala yang ia temukan.

“Tidak ada kendala selagi masih sehat semua masih bisa saya buat. Sejak ada emansipasi, wanita tak lagi hanya mengurus urusan dapur namun juga harus bisa berpendidikan tinggi. Bilamana perempuan tidak ikut turut serta dalam Pemerintahan Indonesia, maka tidak akan maju negeri ini,”ujarnya.

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda hingga ke pelosok daerah, legislator Hanura itu berpesan, agar wanita harus menjaga pola hidup dan kestabilan emosi.

Berkarier sekaligus menjadi ibu rumah tangga tentu memiliki tenaga ekstra dan stamina yang kuat untuk bisa menjalani dua peran sekaligus.

“Tetaplah luangkan waktu untuk istirahat yang cukup, makan dan olahraga yang teratur. Tak hanya itu, menjaga emosi juga tatkala penting. Terkadang beban yang banyak kerap membuat seseorang menjadi cenderung lebih sensitif apalagi seorang wanita. Mari kita mulai belajar menstabilkan emosi dengan kegiatan yang positif seperti yoga, membaca buku atau hanya sekedar mendengarkan musik saat mood sedang tidak baik,”ungkapnya.

Beliau juga menghimbau,agar di tengah pandemi Covid-19 ini, wanita dapat mengurangi aktivitasnya di luar rumah, meskipun tuntutan pekerjaan harus tiap hari bekerja, maka protokol kesehatan adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan.

“Untuk wanita yang bekerja di kantor mungkin saja bisa mengurangi aktivitasnya, karena sekarang ada jadwal bekerja dari rumah (work from home). Nah,untuk yang pekerja lapangan,seperti ma’betang(ikat rumput laut),harus tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Banyak konsumsi makanan yang punya nilai gizi. Pola makan dijaga. Karena kita wanita punya peran ganda. Jadi kesehatan harus jadi nomor 1,” tutur Rahma Leppa.(FBI)

 

 

Related posts