Kolaborasi dengan KLHK, NU Siap Melestarikan Sumber Daya Hutan dan Lingkungan Hidup

Sesaat sebelum Pengukuhan Pengurus periode 2022-2027, Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PB NU) menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait pelestarian, pemulihan, dan pemanfaatan sumber daya hutan dan lingkungan hidup.

Penandatangan MoU yang berlangsung di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur,pada  Senin (31/1/2022) dilakukan oleh Menteri KLHK Siti Nurbaya Abu Bakar dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Usai melakukan penandatangan, Siti Nurbaya mengatakan penandatanganan nota kesepahaman tersebut menjadi salah satu jalan kontribusi warga NU dalam mendorong kemajuan bangsa, lewat pengelolaan sektor lingkungan hidup dan kehutanan yang berkelanjutan. “Dengan adanya nota kesepahaman ini akan melandasi kerja sama dan koordinasi antara KLHK dengan PBNU dalam pelaksanaan program serta membangun sinergi kegiatan pembangunan di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan,” kata Siti Nurbaya, dikutip dari akun twitter pribadinya, Selasa (1/2/2022). 

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menjelaskan, tujuan menggalang kerja sama tersebut untuk agenda bersama secara nasional. PBNU juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tentang membangun sinergisitas program sektor kelautan dan perikanan.  Dari kerja sama itu, PBNU akan menggulirkan program yang akan dilaksanakan dengan melibatkan 200 pengurus cabang se-Indonesia.

Tak menunggu lama, Gus Yahya bakal memulai inisiasi program di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur untuk program pengembangan kampung nelayan, pada 5 Februari 2022. Lalu kerja sama dengan KLHK akan dimulai di Muaraenim dan Palembang, Sumatera Selatan, pada 12 Februari 2022. 

“Insya Allah akan disusul agenda-agenda lain sebagai kerja sama dengan sejumlah pihak. Kita memang memilih strategi ini, sebagai upaya untuk memicu bergulirnya konsolidasi organisasi yang lebih komprehensif dan pemberdayaan seluruh jaringan NU baik PWNU, PCNU, MWCNU, dan nanti secara merata di seluruh Indonesia,” tutup Gus Yahya.(Hs.Foto.dok.NU)