Lukisan Kaca Membawa Masa Depan Gemilang

Lukisan kaca adalah sebuah karya yang dipilih oleh Erik Rifki Prayudhi dalam karya seni rupanya. Dikarenakan lukis kaca mencakup bentuk dan teknik yang kental dengan tradisi yang ada di Indonesia khususnya Cirebon dan Bali.

Rifki sendiri saat ditemui di Pameran 55 perupa bertema “Kontraksi Pascatradisionalisme” di Galeri Nasional Indonesia (Galnas) pada 23 April 2019 mengakui jika dirinya belajar melukis kaca secara otodidak. awal ketertarikannya untuk menjadi pelukis kaca dikarenakan  hingga saat ini hanya sedikit sekali seniman yang mau menekuni bidang ini.

“ Masih sedikit sekali pelukis kaca di Indonesia. Di Jawa Barat saja, hanya ada lima orang yang ahli di bidang ini. Itulah sebabnya saya berusaha menekuni bidang ini. Dan setelah melakoninya ternyata sangat asyik dan menarik sekali,” ujar Erik Rifki Prayudhi.

Dalam lukisannya, Erik begitu ia biasa disapa lebih cenderung menggunakan garis. Hal ini dikarenakan garis dan gradasi turunan warna yang tegas menjadi ciri khas dalam karya seni tradisi di timur.  Erik juga mengakui kalau gaya lukisannya ada sedikit pengaruh dari pelukis asing di luar Indonesia. Meskipun demikian dia tidak mau menjiplak karya pelukis tersebut. Bagi dirinya melukis sesuai imajinasi membuat dirinya memiliki karakter di dalam setiap lukisannya.

Erik sendiri mengakui kalau menjadi pelukis kaca merupakan pilihan yang sangat tepat. Karena  dia bisa berkeliling dunia dan juga Indonesia, serta memiliki masa depan yang cerah. “ Banyak sekali pameran lukisan yang aku ikuti, baik di tingkat internasional maupun nasional. Dan dari pameran tersebut, aku mendapat banyak pesanan lukisan. Jadi aku sangat bersyukur sekali dengan pilihan yang aku ambil ini,” ujar Erik.

Ekploitasi Sumber Daya Alam Melalui Seni Lukis Kaca

Permasalahan mengenai lingkungan hidup yang disebabkan indutri dan berdampak kepada permasalahan sosial  yaitu eksploitasi sumber daya alam menjadi keprihatinan sejumlah orang termasuk Erik. Menurut Erik, permasalahan ini harus diselesaikan secepat mungkin. Caranya dengan menyadarkan masyarakat bahwa lingkungan hidup ini harus terus dilestarikan demi kelangsungan anak dan cucu.

Cara Erik menyadarkan masyarakat, tidak dengan tulisan ataupun melakukan demonstrasi, melainkan melalui sebuah lukisan yang dituangkan ke dalam kaca. Karya yang divisualisasikan ke dalam lukisan kaca dengan memakai idiom-idiom bentuk dan objek industrial pertambangan, bangunan, permesinan dan tokoh-tokoh binatang serta siluman berupa wayang diharapkan
bisa memberi inspirasi, memberikan kesadaran, atau mengolah rasa para apresiator atau masyaraka permasalahan lingkungan dan sosial di masyarakat.(Hs.Foto:Riri/Dok.Pribadi)

Related posts