Mangan dan Ilmenit Paling Stabil di Tengah Wabah COVID-19

Jakarta,gpriority-Dalam siaran pers yang dikirim pada Sabtu sore (30/5/2020) Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan bahwa Hingga menuju periode akhir Mei 2020, harga beberapa komoditi produk pertambangan mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan kondisi di negara utama tujuan ekspor diantaranya Tiongkok yang sudah mulai pemulihan pasca pandemi COVID-19.

Kondisi ini mempengaruhi harga penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) untuk periode Juni 2020.

Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 56 Tahun 2020, tanggal 27 Mei 2020.

“HPE produk pertambangan periode Juni 2020 mengalami fluktuasi diantaranya komoditas konsentrat tembaga, konsentrat mangan, konsentrat besi dan konsentrat seng mengalami kenaikan dibandingkan periode bulan lalu dikarenakan kondisi di negara Tiongkok yang sudah mulai pemulihan pasca pandemi COVID-19. Sementara, untuk komoditas konsentrat timbal, konsentrat ilmenite, konsentrat rutil dan bauksit masih mengalami penurunan dikarenakan permintaan terhadap produk tersebut belum sepenuhnya normal,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana.

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).(Hs.Foto.dok.Humas Kemendag)

Related posts