Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital

Gowa,Gpriority-Belakangan ini ruang digital dimarakkan dengan bahasa gaul,vulgar dan tidak beretika. Jika terus dibiarkan maka akan merusak generasi bangsa. Hal inilah yang disadari betul oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Siberkreasi dan Dyandra Promosindo. Untuk itulah di dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang dilaksanakan secara virtual terpusat di Gowa, Sulawesi Selatan pada 2 Agustus 2021 tema yang diangkat adalah ” Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”.

Program kali ini menghadirkan 758 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar, Muhammad Rhesa; jurnalis sekaligus pengajar penulisan kreatif dan pendiri BandungBergerak.id, Tri Joko Her Riadi; presenter TV, Anastasya Lensun; serta kreator konten, Laode Ridwan Arisandy. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Daniel Hery selaku penyiar radio dan TV. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Muhammad Rhesa yang membawakan tema “Memacu Skill Online Learning”. Dalam paparannya, Rhesa menguraikan perbedaan e-learning dengan sistem belajar konvensional, tantangan dan dampak e-learning, serta skill e-learning yang meliputi digital literasi, independensi, kreatif, dan berpikir kritis. “E-learning mempunyai empat ciri, yaitu personal, aktif, terkoneksi, dan terstruktur,” kata Rhesa.

Berikutnya, Tri Joko Her Riadi menyampaikan materi berjudul “Memahami Batas: Sebuah Diskusi tentang Kebebasan Berpendapat dan Ujaran Kebencian”. Joko menekankan bahwa setiap orang berhak beropini dan memiliki kebebasan berekspresi. Namun demikian, hak dan kebebasan tersebut dibatasi oleh undang-undang. Dalam konteks digital, ada UU ITE. “Pembatasan ini untuk melindungi hak dan reputasi orang lain, serta keamanan nasional,” terang Joko.

Sebagai pemateri ketiga, Anastasya Lensun membawakan tema “Memahami Batasan dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”. Anastasya menjelaskan tentang kebebasan berekspresi, payung hukum yang melindungi kebebasan berekspresi, dan konteksnya dalam perkembangan dunia digital. Ia juga menyampaikan tentang cara benar membatasi kebebasan berekspresi dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mendukung kebebasan berekspresi. “Dari lingkungan terkecil, gunakan bahasa yang santun, kedepankan etika, dan pahami batasan berekspresi di dunia digital,” pungkasnya.

Pemateri terakhir, Laode Ridwan Arisandy, menyampaikan tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Ia menjelaskan tentang jejak digital, jenis, karakteristik jejak digital, serta risikonya bagi pengguna internet. “Jejak digital di internet tidak akan terhapus, kecuali jika kita mengambil keputusan untuk menghapusnya sendiri di internet. Tips menghapus jejak digital, antara lain hapus semua akun di internet, hapus akun email, dan gunakan Google support,” katanya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta webinar, Esther Evaline, bertanya tentang bagaimana cara memberikan pendapat yang baik dan tidak melanggar hukum di Indonesia. Tri Joko Her Riadi mengatakan bahwa ada dua hal pokok dalam berpendapat di media sosial, yaitu konten dan cara menyampaikan. Menurut dia, gagasan yang disampaikan harus memiliki bukti, data, dan argumen yang jelas. “Hindari bahasan terkait SARA dan identitas. Kalau mau mengkritik, fokuslah ke kinerja, jangan orangnya. Terkait cara menyampaikan, media sosial memiliki panduan masing-masing, sehingga kita harus rajin memeriksanya,” terang dia.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dok.Dyandra)

Related posts