Menelusuri Trotoar Cikini

Bagi Anda yang sering menelusuri trotoar di daerah Cikini, Jakarta Pusat tentu menyadari ada yang berubah dari trotoar tersebut, lebih bagus indah dan nyaman bagi pejalan kaki.

Menurut laman resmi Pemprov DKI, perubahan ini dilakukan pada Juni 2019. “ Gubernur Anies Baswedan yang menginginkan pejalan kaki merasa nyaman saat berada di trotoar serta menghidupkan kembali kawasan Cikini sebagai pariwisata urban, dan tempat berkumpulnya komunitas seni yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian dari sektor pariwisata di Ibu Kota memanggil Sudin Bina Marga untuk melakukan renovasi. Per Juni 2019, renovasi dilakukan dan selesai di tahun 2020. Dan setelah selesai, trotoar Cikini makin bagus,” kutip isi dari laman resmi Pemprov DKI.

Lantas apa saja yang direnovasi dan revitalisasi? Menurut laman tersebut, yang pertama pelebaran trotoar yang semula hanya 1,5 hingga 3 meter menjadi 4-7 meter. Kedua, Trotoar Cikini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk pejalan kaki dan penyandang disabilitas, seperti: Blok pemandu tunanetra,bidang miring,tempat duduk,penunjuk arah,peta transportasi umum dan spot kolaborasi seni.

Buat kamu yang terbiasa menggunakan angkutan umum, trotoar ini merupakan akses menuju Stasiun Cikini serta terintegrasi dengan halte bus pengumpan Transjakarta. Beberapa titik pemberhentian bus Transjakarta juga dapat ditemukan di sepanjang trotoar.

Tentu tak sekadar jalan di trotoar Cikini yang menarik, Anda pun bisa melipir ke berbagai tempat bersejarah. Mulai dari kantor pos pertama di Indonesia, ngopi santai di kedai kopi yang berdiri sejak masa kolonial, hingga Taman Ismail Marzuki. Menarik bukan.(Hs.Foto.dok.Pemprov DKI)

Related posts