Mengenal Penyakit Bell’s Palsy dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penulis : M. Hilal | Editor : Dimas A Putra | Foto : alodokter

Jakarta, GPriority.co.id – Penyakit Bell’s palsy merupakan kondisi lumpuhnya saraf wajah akibat peradangan dan pembengkakan saraf yang mengontrol otot pada salah satu sisi wajah. Biasanya kondisi tersebut membuat perubahan bentuk pada salah satu sisi wajah atau wajah terlihat miring atau perot.

Penyakit ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat makan ataupun minum. Penderita Bell’s Palsy seringkali mengalami keluhan seperti mata kering dan memerah. Jika gejala yang dialami masih ringan, biasanya Bell’s Palsy tidak berbahaya dan dapat disembuhkan secara sempurna.

Namun, jika gejalanya berat dan terlambat ditangani tentu dapat berakibat kelemahan permanen pada wajah.

Seperti yang di lansir melalui www.halodoc.com mengenai bagaimana gejala, penyebab dan cara mengatasi penyakit Bell’s Palsy.

Gejala Bell’s Palsy

Bell’s Palsy menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada setiap pengidapnya. Gejala kelumpuhan yang terjadi pada satu sisi wajah bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Kelumpuhan sebagian (kelemahan otot ringan).

2. Kondisi kelumpuhan total (tidak ada gerakan sama sekali, tetapi kasus ini jarang sekali terjadi).

Bell’s palsy juga membuat mulut serta kelopak mata pengidap akan terpengaruh, sehingga kedua bagian ini akan sulit untuk membuka dan menutup.

Berikut adalah gejala yang Bells palsy yang perlu diketahui:

– Nyeri telinga pada sisi wajah yang lumpuh.

– Telinga yang terpengaruh akan lebih sensitif terhadap suara.

– Berdenging di salah satu telinga atau keduanya.

– Penurunan atau perubahan pada indra perasa.

– Bagian mulut yang terpengaruh akan mudah berliur.

– Mulut terasa kering.

– Rasa sakit pada sekitar rahang.

– Sakit kepala dan pusing.

– Kesulitan untuk makan, minum, dan berbicara.

Bells palsy merupakan gangguan yang terjadi pada otot dan saraf wajah, sehingga kondisi ini tidak berdampak pada kinerja otak dan bagian tubuh lainnya. Apabila kelumpuhan di salah satu sisi wajah juga dibarengi oleh kelumpuhan pada bagian tubuh lain, penanganan serius dari dokter sangat pengidap perlukan.

Penyebab Bell’s Palsy

Sekilas gejala ini mirip stroke, tetapi perlu diketahui Bell’s Palsy bukanlah stroke. Hal ini dikarenakan biasanya penyebab ini adalah infeksi virus (herpes, gondok, influenza, dan sejenisnya) serta paparan terhadap udara dingin yang berlebihan.

Bell’s Palsy merupakan suatu kondisi yang tidak menyebabkan kelumpuhan atau kelemahan pada tangan maupun kaki. Namun, penderita memiliki kesulitan dalam mengerutkan dahi, mengangkat alis, dan membuka-tutup mata secara normal. 

Cara Mengatasi Bell’s Palsy

Jika terkena bell’s Palsy, dokter akan menyarankan kombinasi pengobatan tertentu seperti rencana fisioterapi dan konsumsi obat-obatan sesuai rekomendasi dokter.

Umumnya Bell’s Palsy baru bisa sembuh dalam hitungan minggu atau bulan tergantung tingkat keparahan dan kelemahan wajah yang dialami pengidap. 

Lain hal, Bell’s Palsy ini juga bisa dibarengi dengan  praktikkan gaya hidup sehat dengan rajin mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mencegah kemungkinan terjadinya bell’s palsy.