Mengenal Penyakit Campak yang Sebabkan Dokter Muda UI Meninggal Dunia

Ilustrasi penyakit campak/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Viral di media sosial, seorang dokter muda lulusan Universitas Indonesia (UI), Andito Mohammad Wibisono (26), meninggal dunia akibat penyakit campak pada Kamis (26/3).

Saat itu, ia tengah bertugas sebagai dokter internship di salah satu rumah sakit di Cianjur, Jawa Barat.

Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik, mengingat campak umumnya dikenal sebagai penyakit yang menyerang anak-anak. Namun, kasus ini menunjukkan bahwa campak juga dapat menyerang orang dewasa dan berisiko fatal.

Lantas, apa itu penyakit campak?

Mengutip situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Minggu (29/3), campak merupakan penyakit akut menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang.

Penularan campak terjadi dari orang ke orang melalui percikan droplet, serta dapat menyebar melalui udara (airborne). Campak juga termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Meski sering dianggap hanya sebagai ruam dan demam ringan yang bisa sembuh dalam beberapa hari, campak sebenarnya berbahaya. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius hingga berujung pada kecacatan bahkan kematian.

Komplikasi campak lebih berisiko terjadi pada individu dengan daya tahan tubuh rendah, seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk, hingga kematian.

Kekebalan terhadap campak dapat diperoleh melalui vaksinasi, infeksi alami, maupun kekebalan pasif pada bayi yang lahir dari ibu yang telah memiliki imunitas (bertahan hingga sekitar satu tahun). Kelompok yang rentan tertular campak antara lain bayi di atas satu tahun, anak yang belum mendapatkan imunisasi, serta remaja dan dewasa muda yang belum menerima imunisasi dosis kedua.

Adapun penyebab campak adalah virus dari genus Morbillivirus, keluarga Paramyxoviridae.

Penularan campak tergolong sangat cepat dan mudah melalui:

1. Percikan air liur saat penderita batuk atau bersin, yang dapat menyebar di udara dan menginfeksi orang di sekitarnya.

2. Kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.

3. Permukaan benda yang terkontaminasi virus, yang dapat bertahan selama beberapa jam.

Gejala campak antara lain:

1. Mata merah dan sensitif terhadap cahaya

2. Gejala mirip flu seperti batuk kering, pilek, dan sakit tenggorokan

3. Lemas dan mudah lelah

4. Demam tinggi

5. Ruam kemerahan pada kulit

6. Nyeri tubuh

7. Hilang nafsu makan

8. Diare atau muntah

9. Bercak kecil putih keabu-abuan di dalam mulut dan tenggorokan

Faktor risiko campak meliputi:

1. Bayi di bawah usia 12 bulan yang belum diimunisasi

2. Tinggal di lingkungan padat penduduk

3. Tidak mendapatkan ASI eksklusif

4. Bepergian ke daerah dengan kasus campak tinggi

5. Kekurangan vitamin A