Mengulik Budidaya Ulat Sutera


Ulat murbei atau lebih dikenal dengan ulat sutera merupakan salah satu jenis serangga yang paling banyak diminati untuk diternak. Karena mampu menghasilkan menghasilkan serat benang sutera yang jika dijual akan menghasilkan uang yang cukup banyak.

Meski demikian, beternak ulat sutera tidaklah semudah yang dibayangkan karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan: Yang pertama, perkembangannya. Pada ulat sutera membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk menetas. Setelah menetas akan menjadi ulat dan membentuk kepompong mentah.

Setelah si ulat masuk ke dalam tahap menjadi kepompong mentah , disitulah kepompong mentah akan dipintal bagian benang sutera yang sekitar panjang 300 meter sampai dengan 900 meter. Serat dari pada benang sutera yang di hasilkan ketika di pintal biasanya memiliki diameter sekitar 10 mikrometer.

Kedua,makanan. Ulat sutera dikenal sebagai serangga yang doyan makan, sehingga selama masih ada makanan di depannya, ulat sutera akan terus memakannya.Namun tidak sembarangan daun yang dimakan, karena ulat sutera hanya senang memakan daun murbei saja.

Ketiga,persiapan kandang.Dalam persiapan pembuatan kandang ulat sutera ada beberapa hal yang perlu di lakukan yaitu dalam hal memilih lokasi atau tempat yang pas untuk budidaya ulat sutera ini.Kriterianya sendiri adalah sebuah ruangan yang cukup besar untuk meng akomodir banyaknya ulat sutera yang akan kita budidayakan yang di lengkapi dengan ventilasi yang baik.

Fungsi dari pada ventilasi yang baik adalah untuk sirkulasi udara dan juga cahaya masuk ke dalam ruangan , sehingga biasanya memiliki jendela yang cukup. Bentuk dari pada kandang ulat sutera ini juga bisa di buat dari kayu dan juga bambu yang di bentuk seperti rak-rak tempat ulat hidup.

Keempat,pemilihan bibit ulat sutera. Saat membeli bibit, usahakan untuk membeli bibit yang baik.Pemilihan bibit ini dilakukan 10-12 hari sebelum pemeliharaan dimulai.

Dan lakukanlah tahap atau juga masa inkubasi terhadap telur dari pada ulat sutra agar penetasaan beragam. Tahap dari pada inkubasi itu sendiri adalah dengan memasukan bbit ulat sutera ke dalam kotak yang tertutup dengan kertas putih yang cukup tipis yang kemudian di simpan di dalam ruangan dengan suhu sekitar 25 – 28 derajat celcius dengan intensitas kelembaban ruangan yaitu 75 % – 80 %.

Selain itu pastikan juga bahwa si kotak yang sudah berisi telur ulat sutera ini terhindar dari sorot sinar matahari secara langsung. Apabila pada m asa ini telur ulat sutera terlihat seperti ada tanda bintik berwarna biru , segeralah untuk mengganti penutup kain putih tadi dengan kain hitam yang kemudian diamkan selama 2 hari.

Kelima atau terakhir, memperhatikan pola hidup dan keinginan ulat sutera. Dengan memperhatikan pola hidup dan keinginan tersebut akan membuat ulat sutera senang sehingga menghasilkan serat benang sutera lebih banyak.(Hs.Foto.Istimewa)

 

Related posts