Menjadi Cerdas di Era Digital

Makassar,Gpriority-Menjadi Cerdas di Era Digital merupakan tema yang diangkat dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 1 Oktober 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan.


Dalam program yang diikuti oleh 1.838 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, 3 lembaga yang melakukan kolaborasi ini menghadirkan 4 narasumber yakni Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto; peneliti dan pengajar UI, Devie Rahmawati; Tenaga Ahli Menkominfo, Lathifa Al Ansori; dan News Anchor, Muhammad Gibran. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Debi Glenn. Selain 4 narasumber, program yang digelar di Makassar ini juga menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate; Staf Khusus Wakil Ketua DPR RI bidang Korinbang, Nasihin Masha.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyampaikan bahwa sejalan arahan presiden Jokowi, kita harus menjadikan momentum pandemi Covid-19 sebagai katalis bagi bangsa ini untuk bangkit dan mewujudkan visi besar Indonesia Maju, salah satunya dengan sumber daya manusia yang cakap dan siap mengawal transformasi digital. “Untuk mewujudkannya, mari bersama-sama kita ikuti kelas Literasi Digital yang terbuka luas secara gratis di seluruh Nusantara sepanjang tahun ini dan tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Nasihin Masha dalam paparannya yang bertema “Literasi Digital dan Daya Kreasi” menyinggung soal budaya konsumsi, di mana ada kecenderungan masyarakat Indonesia hanya menjadi konsumen dari teknologi digital. “Padahal kita punya budaya kreasi dan daya cipta, tinggal ini yang harus dibudayakan menjadi kebiasaan,” tandasnya.

Memasuki sesi webinar kelas literasi digital, Mohammad Ramdhan Pomanto menyampaikan presentasi berjudul “Makassar Sombere & Smart City”. Dia mengatakan, digital menjadi bagian penting dari smart city. “Kemudian, upayakan agar smart city ini bisa membentuk city smart, yaitu kondisi sosial di mana masyarakatnya cerdas menggunakan teknologi untuk mempercepat kepentingannya, meningkatan kemampuan ekonominya, dan menguatkan silaturahmi,” ujarnya.

Selanjutnya, Lathifa Al Ansori membawakan materi dengan topik “Kita dan Digitalisasi, Sudah Aman?”. Ia mengatakan, UU ITE melindungi nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki warga negara agar tidak dilanggar oleh warga negara lain yang bicara atas nama kebebasan berekspresi. “Mengeluarkan pendapat dan mengkritik boleh, tetapi jangan menghina dan mencemarkan nama baik,” tegasnya.

Sebagai pemateri ketiga, Muhammad Gibran membawakan tema “Media Sosial sebagai Wadah Demokrasi”. Gibran menekankan pentingnya privasi digital untuk menghindari pencurian data dan melindungi diri dari kejahatan siber. “Lalu bagaimana prinsip menjaga privasi? Mulailah dari seberapa mudah anda “ditemukan” dan “menemukan” orang lain di media sosial,” jelasnya.

Adapun Devie Rahmawati, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan topik “Digital Marketing”. Dia menjabarkan konsep Marketing 5.0, salah satunya adalah data-driven marketing, di mana teknologi ini sudah diterapkan oleh sebuah department store di Amerika Serikat yang mampu memprediksi keinginan pelanggannya. “Kalau kita punya data-data akurat dari pelanggan kita, akan sangat mudah untuk menyesuaikan barang apa yang akan kita jual,” tuturnya.

Selanjutnya, Debi Glenn selaku moderator memandu sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh peserta. Dalam kesempatan tersebut, peserta dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Sepuluh penanya beruntung berhak mendapatkan hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 dari panitia.

“Bagaimana cara mengontrol penggunaan medsos agar terhindar dari perilaku negatif, sehingga tidak ada jejak digital kita yang negatif?” tanya Farhan, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital. Muhammad Gibran mengatakan, apapun yang dilakukan di media sosial, kontrolnya ada pada diri kita masing-masing. “Dalam berinteraksi di medsos, selalu perhatikan apapun aktivitas yang dilakukan karena itu semua akan terekam dan menjadi jejak digital kita,” saran dia.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkrasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (Hs.Foto.Dyandra Promosindo)

Related posts