Nyeleneh! Pria Klaten Gugat MK Hapus Batas Usia Pembuatan SIM, Cuma Gegara Ini

Jakarta, GPriority.co.id – Makin ada-ada saja tingkat masyarakat Indonesia belakangan ini. Seorang pria asal Klaten bernama Taufik Idharudin, baru-baru ini mengajukan gugatan untuk MK (Mahkamah Konstitusi) untuk menghapus batas usia pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi).

Dilansir dari laman resmi MK, Taufik diketahui menggugat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ia menggugat agar anak usia di bawah 17 tahun bisa mendapat SIM dengan syarat tertentu.

Salah satu alasannya yang nyeleneh, yaitu karena adiknya yang berusia 14 tahun dinilai sudah mahir dalam mengendarai sepeda motor.

Taufik mengutarakan jika dirinya merasa dirugikan secara konstitusional dengan adanya aturan tersebut. Karena sang adik belum bisa mengurus SIM, sehingga ia pun terpaksa mengantarkan adiknya ke sekolah. Padahal, diketahui jika Taufik bekerja di luar kota.

“Namun, karena tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi, pemohon harus mengantar jemput sang adik jika hendak pergi dan pulang sekolah. Pemohon saat ini bekerja di luar kota, sehingga harus menyisihkan waktu dan biaya apabila hendak mengantar-jemput adiknya sekolah. Kegiatan tersebut cukup menyita waktu dan biaya bagi pemohon,” seperti dikutip dari laman resmi MK.

Lebih lanjut, dalam permohonannya, Taufik mengaku kagum dengan keberanian dan keterampilan dari 2 anak di bawah umur, berinsial SZ (11 tahun) dan DR (10 tahun) yang berasal dari Sampang Madura.

Taufik mengatakan, keduanya sudah bisa dan berani dalam mengendarai sepeda motor dengan selamat, bahkan dengan tujuan ke Jakarta. Namun, keduanya sempat dihentikan oleh apparat kepolisian yang berada di Semarang, Jawa Tengah.

Foto : Ilustrasi / Dishub Maluku Tengah