Pasien Covid-19 Tanpa Gejala dan Bergejala Ringan Mulai Gunakan Hotel yang Disediakan Kemenparekraf

Jakarta,Gpriority-Guna memutus mata rantai Covid-19 di DKI Jakarta, pasien yang memiliki gejala ringan dan tanpa gejala tidak diijinkan melakukan isolasi di rumah oleh pemerintah. Alasannya bisa membawa penularan kepada keluarga dan lingkungan sekitar seperti yang belakangan ini terjadi di Jakarta dan juga daerah lainnya.

“ Untuk itulah kami bersama PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) kembali menyiapkan 30 hotel di Jakarta sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien kasus konfirmasi tanpa gejala dan bergejala ringan Covid-19,” ucap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam keterangan persnya secara tertulis pada Senin (28/9/2020).

Guna mengetahui sudah sejauh mana persiapan hotel-hotel yang dijadikan tempat isolasi mandiri, Wishnutama beberapa waktu yang lalu melakukan peninjauan. “ Saya melihat hotel yang ditunjuk Kemenparekraf sudah 100% siap menerima pasien. Berita baik ini akan saya laporkan kepada Presiden Joko Widodo,” ucap Wishnutama.

Tak hanya hotel yang ditinjau, Wishnutama juga melakukan peninjauan kepada tim kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan tim Pengamanan dari TNI dan Polri. Dalam tinjuan tersebut, tim kesehatan dan keamanan mengaku siap untuk bertugas menjaga hotel selama 24 jam.

Merasa semuanya sudah siap, Wishnutama mengizinkan Kemenkes untuk memverifikasi hotel mana saja yang diijinkan untuk tempat isolasi mandiri pasien OTG dan gejala ringan.

Kemenkes pun menugaskan Tim dari Ditjen P2P untuk segera melakukan verifikasi terhadap hotel-hotel yang akan dijadikan tempat isolasi bagi kasus konfirmasi COVID-19 tanpa gejala maupun gejala ringan sesuai dengan syarat yang ditetapkan Kemenkes. Adapun syarat yang ditetapkan Kemenkes untuk hotel tersebut adalah memiliki ruang penerimaan pasien untuk melakukan triage, ada tim yang sudah dilatih desinfeksi, tersedia mini hospital, memiliki alat pelindung yang standar bagi petugas hotel, makanan dan minuman diantar ke depan kamar pasien oleh petugas, serta tersedia jalur evakuasi jika ada pasien yang kondisinya memburuk. 

Selain itu juga tersedia akomodasi bagi petugas kesehatan dan pengamanan, tersedia tempat penyimpanan sementara limbah medis dan infeksius sebelum diangkut ke tempat pengolahan khusus limbah medis, serta petugas hotel harus sehat, tidak memiliki penyakit penyerta, dan telah melakukan pemeriksaan PCR dengan hasil negatif COVID-19.

“ Dari daftar 30 hotel di wilayah DKI Jakarta yang sudah direkomendasikan oleh PHRI dan Kemenparekraf, hanya 17 hotel yang sudah memenuhi syarat termasuk Hotel Ibis Styles Mangga Dua Square dan U Stay Hotel Mangga Besar. Sehingga mereka diijinkan untuk menampung pasien Covid-19 bergejala ringan maupun OTG yang akan melakuan isolasi mandiri,” terang Kasubdit Kekarantinaan Kesehatan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Benget Saragih.

Usai diijinkan, Hotel Ibis Styles Mangga Dua Square dan U Stay Hotel Mangga Dua meminta kepada Kemenparekraf untuk segera memberitahukan kepada Kemenkes bahwa kapanpun mereka siap untuk menampung pasien Covid-19 dengan gejala tersebut. Usulan tersebut langsung disampaikan Kemenparekraf kepada Kemenkes. Tanpa menunggu waktu lama lagi Kemenkes pada Senin, 28 September 2020 membawa 119 orang pasien Covid-19 di Hotel Ibis Styles Mangga Dua Square dan 94 orang pasien Covid-19 di U Stay Hotel Mangga Besar. Kemenkes seperti dituturkan Benget Saragih mempersilahkan masyarakat bergejala ringan dan OTG Covid-19 yang lolos dari pemantauan untuk menghubungi hotline dua hotel yang berlokasi di Mangga Dua tersebut.

Terkait biaya, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya mengatakan, pasien tidak akan mengeluarkan biaya apapun alias gratis karena semuanya ditanggung oleh Kemenparekraf. ” Kemenparekraf telah menyiapkan uang sebesar Rp.100 Miliar untuk biaya makan 3 x sehari, dan biaya penginapan hotel. Untuk tenaga medis dan obat-obatan biayanya ditanggung Kemenkes,” ucap Nia.

Meski gratis, Nia mengatakan ada 2 syarat yang wajib dipenuhi oleh pasien. Yang pertama,pasien harus punya bukti valid dari dokter bahwa dirinya memang positif Corona. Kedua, pasien harus datang sendiri, karena tidak akan ada ambulan yang menjemput. ” Jika dua syarat tidak bisa dipenuhi, maka hotel akan menolak proses isolasi mandiri dari si pasien,” tutup Nia.(Hs.Foto.dok.Kombik Kemenparekraf)

Related posts