Pengembangan Jalan Trans pada Pulau Tertinggal Terluar, dan Terdepan


Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Prov.Sultra, Ir. H. Burhanuddin mengemukakan Program Prioritas Provinsi Sultra 2022 Rekomendasi Bappenas, salah satunya “Pengembangan Jalan Trans pada Pulau Tertinggal Terluar, dan Terdepan” salah satunya yaitu Trans Pulau Muna dan Pulau Buton.

Kata Burhanuddin, khusus untuk jalan Trans Pulau Muna memang sudah diusulkan aksesnya dari Tampo ke Raha merupakan jalan nasional sepanjang 26,8 km. Kemudian dari Raha ke Lagadi itu 17 Km, itu semua jalan nasional. Kemudian dari Lagadi ke Wamengkoli 84 km itu jalan provinsi.

“Jadi Bapak Gubernur memang menjadikan prioritas karena kondisi jalan memang masih belum mantap. Artinya kondisi jalan itu masih banyak yang rusak. Kemudian ini memang menyambungkan beberapa terutama antara pelabuhan Ferry ke Pelabuhan Ferry yang lainnya, yang dari awal itu misalnya pelabuhan Ferry yang di Tampo ini yang ujung dari pada Pulau Muna yang penyebrangan ke daratan kota kendari Sulawesi Tenggara. Jadi ini menghubungkan antara pelabuhan Ferry Tampo menuju ke pelabuhan Ferry Wamengkoli,” jelas Burhanuddin.

Burhanuddin mengatakan untuk Trans Pulau Buton termasuk kemarin hasil daring Rapat Koordinasi dengan Menko Marves itu menjadi prioritas jalan trans Pulau Buton karena di situ ada jalan Kawasan Ekonomi Khusus, pengembangan aspal Buton. Di jalan trans pulau Boton ini kami juga sudah melakukan suvei ada kurang lebih misalnya dari Labuan ke Ereke itu jalan Kabupaten sebesar 68 km, kemudian dari Maligano ke Ronta itu 25 km itu jalan provinsi, kemudian dari Ronta ke Ereke itu juga jalan Provinsi kemudian dari Ronta ke Lawewe itu 62 km juga jalan Provinsi, dari Kamaru ke Lawewe itu 28 km itu juga jalan provinsi, kemudian dari Labuan ke Maligano 38 km itu jalan nasional.

“Jadi kalau ini yang diprioritaskan ini yang dimasud tadi itu ada 18 jalan yang akan diperbaiki,” tambahnya.

Khusus untuk pulau Muna, kata Burhanuddin, itu anggarannya kurang lebih 70 miliar itu yang direncanakan, kalau yang untuk trans Pulau Buton itu agak besar anggaran yang kita usulkan karena ini panjang jalannya sedikit lebih besar jadi kemarin itu kita usulkan hampir 700 miliar untuk membuat jalan trans Buton.

Program ini diusulkan 2022, dan target pembangunannya khusu untuk Trans Pulau Muna jika anggarannya disiapkan satu tahun anggaran ini bisa selesai. Untuk Trans Pulau Buton anggaranya kita harapkan bisa sampai 2 tahun 3 tahun bisa diselesaikan.

Peran dari Dinas Bina Marga, pertama kami sudah mendata melakukan pendataan awal, kemudian mengidentifikasi jalan kerusakan-kerusakan jalan, kemudian melakukan perhitungan estimasi-estimasi pembiayaan jalan.(Adv)

 

Related posts