PENTINGNYA TATA KELOLA PERS

Jakarta,Gpriority-Melalui situs atau website resmi Dewan Pers, www.dewan pers.or.id kita dapat memperoleh gambaran kemajuan Dewan Pers sejauh ini bekerja.

Pada situs ini terdapat data-data Perusahaan Pers yang telah terverifikasi, daftar nama-nama wartawan yang telah dinyatakan lulus uji kompetensi wartawan baik tingkat Muda, Madya maupun Utama, serta informasi-informasi lainnya yang sangat penting menyangkut tata kelola pers/ media bagaimana seharusnya bekerja sesuai etik dan hukum yang berlaku demi penguatan pilar demokrasi NKRI.

Dewan Pers menjadi satu hal yang sangat penting eksistensinya di tengah perkembangan pers/media itu sendiri, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No.40 Tahun 1999 Tentang Pers, bahwa dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional, dibentuk Dewan Pers yang independen (Pasal 15).

Dalam Undang-Undang Tentang Pers tersebut, Dewan Pers menjalankan fungsinya, yaitu: (1) melindungi kemerdekaan pers dari campur tangan pihak lain; (2) melakukan pengkajian untuk
mengembangkan kehidupan pers; (3) menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik; (4) memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers; (5) mengembangkan komunikasi antara pers, masyarakat, dan pemerintah; (6) memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam menyusun
peraturan-peraturan di bidang pers dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan; serta (7) mendata perusahaan pers.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pers periode 2019-2022 dalam suatu gelar acara pisah sambut beberapa bulan lalu mengatakan bahwa informasi yang diberitakan oleh suatu media harus bermanfaat
bagi masyarakat luas. Kata Nuh, informasi tersebut merupakan oksigen yang dapat menyehatkan para penghirupnya.

“Kami sering menyampaikan peran dari media, ada namanya mediator kerjanya itu in between, di antara. Kalau ada media tempel didinding tertentu, maka fungsi mediasinya hilang. Sehingga kita harus tetap berada di antara pilar-pilar yang ada di masyarakat itu. Tapiyang menarik adalah produk yang dihasilkan oleh media,” ujar Nuh. (Lukman A.Salendra, Pemimpin Redaksi
13592-PWI/WU/DP/VIII/2018/01/11/76)

Related posts