Perlu Anda Waspadai Takikardia, Apa itu ?


Gangguan irama jantung atau bisa disebut Takikardia adalah kondisi di mana detak jantung seseorang di atas normal dalam kondisi beristirahat.

Penderita Takikardia jantungnya akan berdetak melebihi 100 kali permenit, padahal dalam keadaan normal, jantung berdetak sebanyak 60 hingga 100 kali permenit.

Seperti yang dialami selebritas tanah air, Jesicca Iskandar, atau akrab disapa Jedar.

Melalui video yang ia unggah melalui akun Youtube pribadinya 5 bulan lalu, Jedar mengungkapkan detak jantung berlebihan tersebut telah dirasakannya antara Januari atau Februari 2020 lalu.

Ia mengaku sempat mengalami kesulitan setiap kali hendak tidur.

“Pada pasien-pasien yang hipertiroid, itu gejala jantungnya biasa berdebar-debar, denyut jantungnya pasti di atas 100 waktu istirahat. Nggak normal itu, orang saat tidur sekitar 50-40an (detak) saat tidur ya,” jelas dokter yang ditemui Jedar dalam video.

Takikardia terjadi saat terjadi gangguan pada sinyal elektrik yang mengatur detak jantung untuk memompa darah.

Berdasarkan informasi dari laman alodokter, gangguan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya kondisi medis seperti anemia, hipertiroidisme, hipertensi atau hipotensi, dan demam.

Kemudian olahraga berat, gangguan elektrolit, efek samping obat (salbutamol atau azithromycin), Kebiasaan merokok, penyalahgunaan NAPZA ( Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif), dan terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol.

Pada kasus tertentu, penyebab takikardia tidak dapat dipastikan, namun kondisi lanjut usia dan riwayat keluarga yang memiliki gangguan ritme jantung dapat meningkatkan risiko menderita takikardia.

Adapun gejala yang dirasakan penderita takikardia yaitu jantung berdebar, nyeri dada (angina), sesak napas, pusing, hingga pingsan.

Pada beberapa kasus, takikardia tidak memunculkan gejala. Namun jika dibiarkan maka dikhawatirkan akan menimbulkan komplikasi serius. Seperti gagal jantung, stroke, atau henti jantung.

Untuk pengobatan penyakit ini tergantung dari jenis dan penyebabnya.

Jika penyebabnya adalah stress, maka penderita perlu melakukan perubahan gaya hidup untuk mengurangi stress.

Sedangkan jika penyebabnya adalah kondisi medis, maka penderita akan diberikan pengobatan sesuai penyebab yang mendasarinya.

Bagi penderita takikardia supraventrikular, dokter dapat menganjurkan untuk mengurangi konsumsi alkohol atau kafein, beristirahat, seraya menghentikan kebiasaan merokok.

Bagi penderita takikardia yang disertai dengan gangguan irama jantung diperlukan beberapa penanganan untuk memperlambat detak jantung berupa manuver vagal dengan menekan daerah leher oleh dokter.

Kemudian pemberian obat antiaritmia untuk menormalkan kembali detak jantung, kardioversi (sengatan listrik dikirimkan ke jantung) menggunakan media selang kecil atau kateter yang dimasukkan melalui pangkal paha, lengan, atau leher yang diarahkan ke jantung, hingga pembedahan jantung untuk menghilangkan jalur listrik tidak normal yang memicu penyakit ini.

Takikardia dapat menyerang siapa saja maka dari itu menjaga pola hidup sehat sangatlah penting. Karena penyakit ini berurusan dengan jantung maka upaya pencegahannya adalah dengan menjaga kesehatan jantung.

Upaya yang harus dilakukan adalah berhenti merokok, kontrol konsumsi minuman beralkohol atau minuman yang mengandung kafein, menjaga berat badan ideal, serta tekanan darah dan kadar kolesterol normal.

Selanjutnya berolahraga rutin dan mengonsumsi makanan yang sehat, hindari penggunaan narkotika, dan upayakan agar pikiran tidak stres, bila perlu periksa kesehatan secara rutin ke dokter.# (dwi)

Related posts