Pondok Belantara Harap WWF ke-10 Hasilkan Upaya Konkret Atasi Pencemaran Sungai

Badung, GPriority.co.id – Komunitas Peduli Sungai Riau yang tergabung kedalam Pondok Belantara berharap Forum Air Dunia atau World Water Forum (WWF) ke 10 di Bali dapat menghasilkan upaya konkret dalam mengatasi permasalah air terutama pencemaraan sungai.

Koordinator Pondok Belantara, Eko Handyko Purnomo mengatakan, harapan ini juga dinanti seluruh masyarakat Indonesia. Namun, dia menekankan agar kebijakan yang dihasilkan bukan hanya soal proyek lingkungan melainkan, berdampak nyata yang terhadap keberlangsungan lingkungan tersebut.

“Semoga ada kebijakan-kebijakan atau program-program yang peduli lingkungan, bukan proyek-proyek lingkungannya kaya gitu, pemerintah juga harus memikirkan lingkungan itu sendiri,” kata Eko saat ditemui GPriority di Bali Collection, Bali, Jumat (24/5).

Disamping itu, Pondok Belantara atau Pondok Pembelajaran Tanpa Rasis, kata Eko, telah melakukan sejumlah program dalam merawat sungai, seperti aksi bersih sungai, pilah sampah hingga edukasi tentang bahaya sampah plastik bagi lingkungan.

Bahkan, Eko menuturkan Pondok Belantara juga mengajak seluruh komunitas untuk terlibat dalam aksi tersebut.

“Jadi anak musik, sastra terus ada komunitas-komunitas motor dan sepeda ada pegiat pegiat lainnya juga. Kita ngajakin lah banyak komunitas untuk sama-sama yuk peduli sama sama sama lingkungan karena ini kepentingan bersama,” tuturnya.

Tak terkecuali, Pondok Belantara yang lahir pasca bencana asap yang melanda Riau pada 2014 lalu juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sungai yang menjadi ekosistem penting seluruh mahluk hidup terlebih khusus bagi penduduk bantaran sungai.

Menurut dia, pihaknya memiliki metode untuk terus konsisten menjaga aliran sungai dari limbah pabrik dan rumah tangga. Salah satunya dengan melakukan water treatment untuk mengecek kadar air sungai tersebut.

“Jadi dari perusahaan mana aja yang nyumbang sampah bersama dari teman-teman pemerhati lingkungan kita sampai cek kadar sungainya, karena kebanyakan water treatmennya ujungnya ke sungai dari limbah perusahaan itu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Eko menilai pemerintah yang saat ini kurang awas dalam menjaga aliran sungai dari tangan nakal masyarakat hingga oknum pabrik yang sengaja membuang limbah langsung ke sungai.

Dia berharap, perlu dikeluarkannya kebijakan untuk mendorong desa-desa di wilayah sungai berkontribusi terhadap kelangsungan air sungai.

“Pondok Belantara punya harapan besar kita pengen ada peraturan daerah (Perda) Provinsi Riau yang mendorong bahwa desa-desa itu wajib menjadi komunitas peduli sungai, jadi kita menitipkan sama warga desa bahwa setiap desa manapun yang berada di tepian sungai harus peduli dengan sungai,” ucap Eko memungkasi.

Foto: GPriority