Porang, Andalan Komoditas Baru Indonesia

Tanaman Porang (Amorphophallus oncophyllus muelleri Blume) berasal Jawa Timur kini menjadi komoditas primadona banyak negara. Umbi Porang memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena mengandung glukomanan yang baik untuk kesehatan.

Glukomanan merupakan polisakarida larut dalam air yang dianggap sebagia serat makanan. Saat mengolah makanan, glukomanan dapat dijadikan pengental alami. Oleh karena itu umbi porang banyak digunakan untuk keperluan makanan hingga bahan-bahan kosmetik dan industry farmasi. Umbi Porang dapat dipanen setelah enam bulan atau sehabis periode musim kemarau berakhir.

Kabupaten Madiun menjadi salah satu daerah di Jatim yang memiliki potensi besar dalam komoditas porang. Pengembangan Kawasan porang Madiun dengan lahan porang paa tahun 2020 seluas 5.263 Ha. Pada tahun 2021 akan ditanam 752 Ha dan tahun 2022 akan ditanam 800 ha.

Harga katak porang senilai Rp.200 ribu/kg, sedangkan umbi basah porang Rp. 7 ribu/kg, chip Rp.50 ribu/kg, dan rendeman chip 15 persen dari porang basah.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, perkembangan ekspor porang mulai tahun 2018 s/d 2020 di Jatim melalui Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya selalu meningkat.
Tahun 2018, volumenya mencapai 5.516.382 kg dengan nilai sebesar Rp. 270.302.720.450. negara tujuan ekspor diantaranya, China, Vietnam, Jepang, Thailand, Singapura, Korea Selatan dan Taiwan.

Kemudian di tahun 2019 volumenya mencapai 6.064.947 dengan nilai sebesar Rp. 297.182.412.310. Negara yang dituju adalah Thailand, China, Taiwan, Vietnam, Kamboja, Pakistan.

Pada tahun 2020 volume mencapai 10.319.458 kg senilai Rp.499.082.915.019. Negara tujuan, China Belgia, Thailand, Myanmar, Jepang, Vietnam, India, Taiwan, Singapura, Bulgaria, Korea Selatan, Perancis dan US.
Katak porang banyak diburu oleh negara beriklim tropis untuk budidaya porang. Oleh karena itu, untuk melindungi para petani porang, Pemprov Jatim sudah mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Jatim terkait larangan ekspor katak porang ke luar negeri. Larangan ekspor tersebut diberlakukan karena banyak bibit atau katak porang yang dijual ke luar negeri.

Menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah dalam kunjungannya ke Madiun, mandampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menko PMK Muhadjir Effendy pada Kamis (17/6/2021) terkarit hilirisasi porang, saati ini Universitas Brawijaya telah menjadi cent4r of excellence untuk komoditas porang. Harapanya bisa terus mengembangkan varian end product porang.

Sementara itu sejak tahun 2020, Kementan sudah memasukan porang sebagai salah satu komoditas super prioritas produk pertanian selain sarang burung walet. Mentan Syahrul Yasin LImpo menjelaskan, porang merupakan sejenis tanaman yang ada di hutan tropis, tidak banyak negara yang memiliki tanaman ini. Karenanya sesuai arahan Presiden Jokowi untuk melakukan upaya maksimal menjadikan poran sebagai salah satu komodiit andalan Indonesia yang baru.

Mentan juga mengapresiasi kecekatan Gubernur Jatim yang telah terlebih dulu mendorong budidaya porang oleh para petani dan berharap perkembangan industri dan pertanian porang harus menjami kesejahteraan masyarakat petani porang.(sof.Foto.Istimewa)

Related posts