Jakarta, GPriority.co.id – Mengapa kita harus berpuasa ? dan sebenarnya apa manfaat puasa ? mungkin ini pertanyaan yang sering ditanyakan oleh sejumlah orang yang penasaran dengan puasa. Puasa adalah aktifitas menahan lapar dan minum. Dalam beberap ajaran Agama, puasa biasa dijadikan instrument untuk melatih penguasaan diri. Nah, kali ini GPriority akan membahas satu manfaat puasa apabila dilakukan secara konsisten, yakni Autofagi.
Dilansir dari website kemenkes (02/01), menurut Yoshinori Ohsumi, peraih Nobel Kesehatan 2016 atas temuannya mengenai mekanisme autofagi, bahwa, menahan lapar seperti puasa berdampak pada mekanisme daur ulang sel yang membantu memperlambat proses penuaan dan berdampak positif pada pembaruan sel. Autofagi, yang berarti “memakan dirinya sendiri” merupakan mekanisme daur ulang sel dengan memakan dirinya sendiri sebagai proses metabolisme yang terjadi pada kondisi lapar.
Para ilmuwan lain juga berpendapat puasa selama 12 jam lebih dapat memicu autofagi dan dianggap sebagai salah satu alasan mengapa puasa dikaitkan dengan umur panjang.
Autofagi sendiri adalah proses alami dalam tubuh di mana sel-sel mendaur ulang komponen-komponennya yang rusak atau tidak lagi berfungsi dengan baik. Kata “autofagi” berasal dari bahasa Yunani, yang berarti “memakan diri sendiri” (auto = diri sendiri, phagy = makan).
Proses ini penting untuk menjaga kesehatan sel dan tubuh secara keseluruhan. Autofagi bekerja seperti “sistem pembersihan” yang membantu menghilangkan limbah seluler, termasuk protein yang salah lipat, organel yang rusak (seperti mitokondria), dan komponen seluler lainnya yang tidak lagi diperlukan. Dengan demikian mekanisme Autofagi dapat meregenerasi sel dan menjaga vitaliats tubuh atau kebugaran tubuh.
Bagaimana Autofagi Bekerja?
- Ketika tubuh kekurangan nutrisi (misalnya, saat berpuasa), sel-sel merespons dengan memulai proses autofagi.
- Struktur membran berbentuk bola (autofagosom) terbentuk untuk mengelilingi komponen sel yang rusak atau tidak diperlukan.
- Autofagosom kemudian bergabung dengan lisosom, organel yang berisi enzim pencerna.
- Enzim-enzim dalam lisosom mencerna komponen tersebut, dan hasilnya digunakan kembali untuk membangun molekul atau organel baru.
Manfaat Autofagi
- Membersihkan limbah seluler sehingga sel tetap sehat.
- Mengurangi risiko penyakit degeneratif, seperti Alzheimer, Parkinson, dan kanker, yang sering terkait dengan akumulasi protein atau organel rusak.
- Autofagi membantu memperbaiki kerusakan seluler yang dapat memperlambat proses penuaan.
- Membantu tubuh melawan infeksi dengan menghancurkan patogen (seperti bakteri dan virus) yang masuk ke dalam sel.
Sekarang kamu mau sudah tahu apa itu puasa dan salah satu manfaat puasa, bagiamana mau mencoba puasa ? (*)
Foto : Istimewa/Kemenkes
