Puspayoga : Perempuan Sebagai Tiang Keluarga dan Negara Harus Mendapat Perhatian Khusus

Dalam Peluncuran Sosialisasi dan ToT Materi Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak kepada SDM Pendamping Program Pemberdayaan Ekonomi PT PNM yang diselenggarakan secara virtual pada 21 Juli 2021, Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan dalam rangka melakukan upaya pemberdayaan perempuan, dibutuhkan sinergi yang kuat antar pilar-pilar pembangunan, diantaranya sinergi antara pemerintah dengan dunia usaha dan profesi.

Berbekal alasan itulah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Persero) saling bersinergi tidak hanya dalam memberikan akses pembiayaan kepada perempuan pra sejahtera, tetapi juga pendampingan terkait 5 (lima) arahan prioritas Presiden kepada Kemen PPPA. Salah satu upaya dan bentuk sinergi tersebut adalah Sosialisasi dan Training Of Trainers (ToT) Materi Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak kepada Sumber Daya Manusia (SDM) Pendamping Program Pemberdayaan Ekonomi PT PNM. Peluncuran program sinergi pada hari ini adalah awal dari rangkaian Sosisialisasi dan ToT yang akan berakhir pada Juli 2022.“Ketidakberdayaan perempuan secara ekonomi menjadi salah satu akar masalah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, perkawinan anak, dan pekerja anak. Selain itu, peran ibu dalam pendidikan dan pengasuhan anak juga strategis dalam menentukan kualitas anak sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karenanya, Kemen PPPA bersinergi dengan PT PNM untuk lebih meningkatkan efektivitas dan koordinasi, tidak hanya dalam memberikan akses pembiayaan kepada perempuan pra sejahtera, tetapi juga melakukan pendampingan terkait 5 (lima) arahan Presiden,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga.

Melalui kegiatan ini para SDM Pendamping Program Pemberdayaan Ekonomi mendapatkan pendalaman terkait dengan materi kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak secara bertahap dan berjenjang.

Saat ini, nasabah PNM Mekaar berjumlah lebih dari 9,8 juta yang tersebar di 34 provinsi dan sebagian besar adalah perempuan, serta jumlah tenaga pendamping Account Officer (AO) sebanyak lebih dari 45.000 yang sebagian besar adalah perempuan dan berada di usia milenial. Hal ini menunjukkan potensi sumber daya manusia pendamping dan perempuan nasabah yang dijangkau oleh PNM Mekaar sangat besar.

“Ini merupakan sumbangsih kami bagi negara, perempuan sebagai tiang keluarga dan tiang negara harus mendapat perhatian khusus. Diharapkan para SDM pendamping dapat lebih aktif untuk menggali ilmu terkait kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak. Hal ini dilakukan salah satunya untuk mendorong para perempuan agar lebih produktif lagi. Selain itu, diharapkan para pendamping lebih aktif dalam melakukan sosialisasi materi tersebut kepada pendamping lainnya agar lebih efektif dan mudah dicerna oleh nasabah,” jelas Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Lenny N Rosalin yang hadir memberikan materi terkait kesetaraan gender berharap para SDM pendamping PT PNM ketika bertemu para pendamping lainnya yang sebagian besar adalah kaum milenial dapat ikut melakukan sosialisasi terkait materi pentingnya mewujudkan kesetaraan gender di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan sejak usia muda. Hal ini tidak sekadar bermanfaat bagi nasabah, namun juga bermanfaat bagi para pendamping itu sendiri agar memiliki pengalaman dan aspirasi terkait nilai-nilai kesetaraan gender dalam lingkup keluarga, tempat kerja, dan di ruang publik.

Sementara itu, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, Ratna Susianawati yang juga hadir memberikan materi terkait pencegahan dan penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mengatakan sejak Maret 2020 Kemen PPPA telah meluncurkan layanan pengaduan perempuan dan anak korban kekerasan, yakni Call Center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129.Hal ini diharapkan dapat memberikan ruang aksesibilitas bagi perempuan dan anak korban kekerasan yang memerlukan pelayanan dan penanganan secara cepat, tepat, dan akurat.

“Saya berharap para SDM Pendamping PNM Mekaar secara bertahap dan berjenjang dapat memiliki sensitivitas gender, memahami konsep kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, sehingga nantinya mampu mensosialisasikannya lebih lanjut hingga ke tingkat nasabah. Saya juga berharap para SDM pendamping nantinya bisa menjadi agen perubahan dalam kontribusinya untuk memajukan perempuan dan anak Indonesia untuk mencapai Indonesia maju,” tutup Menteri Bintang.(Hs.Foto.dok.Kementerian PPPA)

Related posts