Ramah dan Sopan Kunci Agar Pembeli Datang Kembali

Palu,Gpriority-Ramah dan sopan merupakan kunci utama agar pembeli datang kembali. Hal inilah yang dibahas di dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 9 November 2021 di Palu, Sulawesi Tengah.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar yang mengangkat tema “Pelayanan Toko Online Optimal Pelanggan Loyal” yakni Praktisi Pertanian & Owner AFAea Agrotis Andi Syahruni Aryanti; Professional IT Denny Syah Putra S.Kom; Entrepreneur & Founder Gardapati Link Kurniawan; serta Blogger & Lifestyle Content Creator Zulqiah Anggraini. Sedangkan moderator yaitu Jihan Novita selaku spesialis komunikasi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Materi pertama dibawakan Andi Syahruni Aryanti bertema “Strategi Digital Marketing Petani dan Nelayan di Masa Pandemi Covid-19”. Menurut dia, kegiatan promosi dan pencarian pasar di era digital dapat dilakukan melalui e-commerce, lokal pasar atau market place, dan media sosial. Oleh sebab itu, pembuatan konten yang menarik menjadi hal penting yang perlu diperhatikan petani dan nelayan dalam memasarkan produknya.

Selanjutnya, Denny Syah Putra menyampaikan paparan “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Ia mengatakan, upaya-upaya yang dapat dilakukan agar pelanggan bisa loyal antara lain, bersikap ramah, menyapa dengan panggilan yang sopan, jujur mendeskripsikan produk, membalas semua pertanyaan yang diajukan, tidak menyalahgunakan data, dan pengemasan barang yang rapi. Selain itu, penjual juga harus melayani komplain pelanggan dengan sopan dan segera, catat dan petakan setiap keluhan, serta tawarkan solusi sekaligus hindari sikap menyalahkan konsumen.

Pemateri ketiga Kurniawan memaparkan tema “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online”. Menurut dia, tagihan merupakan kewajiban yang harus dibayarkan atas pemakaian jasa atau fasilitas tertentu, termasuk biaya administrasi, denda, dan bunga. Dalam proses penyelesaiannya, warganet dapat memanfaatkan financial technology seperti dalam bentuk dompet digital atau e-wallet, atau melalui fasilitas pinjaman pada peer to peer lending.

Adapun Zulqiah Anggraini, sebagai narasumber terakhir menyampaikan paparan “Investasi Aman dan Menguntungkan di Masa Pandemi”. Ia mengatakan, berbagai instrumen investasi online yang dapat dipilih antara lain, P2P lending, reksadana, saham, deposito, emas, dan obligasi pemerintah. Kiat terhindar dari investasi bodong misalnya, mencari informasi tentang produk investasi, cek legalitas perusahaan investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jangan percaya imbal hasil yang terlalu besar, serta buatlah rencana investasi dan bukan karena ikut-ikutan.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak. Ini terbukti dari hadirnya 1.214 peserta. Menurut para peserta hadirnya konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta menjadi alasan mereka untuk mengikuti acara ini.

Tak hanya sekedar mengikuti, para peserta pun aktif memberikan pertanyaan, salah satunya Puspa Dewi yang bertanya tentang kiat membuat kiat menjadi penjual dengan layanan interaktif di tengah kesibukan melayani pembeli lain atau mengemas barang. Menanggapi hal tersebut, Denny Syah Putra bilang, ketika pesanan sudah banyak, tentu akan kesulitan menyajikan layanan yang prima. Sehingga, diperlukan manajemen waktu.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.Dyandra Promosindo)

 

 

Related posts