Transisi Energi untuk Mencapai NDC

Paris,Gpriority- Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat serius dalam mengatasi perubahan iklim yang menjadi tantangan baru selain Covid-19.

Sebagai penegasan komitmen penanganan mitigasi perubahan iklim dalam rangka pencapaian target Paris Agreement, Indonesia dan Energy TransitionPartnership (ETP) beberapa waktu menandatangani Nota Kesepahaman transisi energi.

Nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama ETP dengan pemangku kepentingan dan perusahaan yang melakukan transisi energi di Indonesia untuk menambah investasi dalam energi terbarukan, memperkuat koordinasi kelembagaan, dan mewujudkan infrastruktur tangguh yang berkelanjutan.

“Saya yakin, kerja sama ini akan bermanfaat untuk transisi energi yang inklusif, dengan tujuan akhir meningkatkan ketahanan energi nasional. Dengan berbagai kegiatan dan dukungan dari mitra pembangunan nasional dan internasional, saya juga berharap ETP dapat mendukung pelaksanaan koordinasi yang konstruktif untuk aktivitas transisi energi di Indonesia,” ujar Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas Yahya Hidayat.

Salah satu program strategis ETP adalah penyusunan opsi penghentian awal pembangkit listrik tenaga batu bara dan meningkatkan kualitas sistem pengaturan ketenagalistrikan dengan sistem yang lebih modern untuk mendorong implementasi energi terbarukan.

Kementerian PPN/Bappenas dan ETP akan membangun komunikasi dan koordinasi yang solid untuk mencapai target NationallyDeterminedContribution(NDC) Indonesia pada 2030 mendatang. Hingga saat ini, ETP telah memberikan hibah senilai USD 1,3 juta kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menyusun perencanaan detail teknis modernisasi pusat kontrol ketenagalistrikansistem Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa, Madura, dan Bali. Dalam implementasinya, ETP membantu PLN memodernisasi struktur teknologi kontrol ketenagalistrikan untuk mengawasi, memantau, mengoperasikan dan merencanakan sistem kelistrikan, baik untuk saat ini maupun masa depan, agar Indonesia mampu mencapai target energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025.

“Kami berharap dapat memberikan bantuan teknis yang dikombinasikan dengan dukungan keuangan untuk memperkuat kapasitas Indonesia dalam meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam bauran energi, sekaligus menciptakan peluang sosial-ekonomi dan investasi yang berkelanjutan di Indonesia. Kami mendorong proyek energi terbarukan dan efisiensi energi yang benar-benar melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat, serta mewujudkan kondisi hijau, sehat, dan sejahtera bagi semua,” tutup Direktur Southeast Asian ETP Sirpa Jarvenpaa.(Hs.Foto.Bappenas)

Related posts