Sambangi KKP, Bupati Khenoki Paparkan Kondisi Kelautan dan Perikanan Nias Barat

Jakarta, Gpriority.co.id – Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu bersama Kepala Bappelitbangda Eta Fajar Wiriatmo Daely, dan Kadis KPP Ernawati Gulo menyambangi Badan Riset SDM Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta pada Rabu (22/02). Pada kesempatan itu, Bupati Khenoki memaparkan kondisi perikanan dan kelautan di wilayahnya.

Kunjungan Bupati Khenoki itu sendiri sejatinya dalam rangka pengelolaan potensi perikanan dan kelautan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang perikanan dan kelautan.

Pada kesempatan itu, Bupati menjelaskan kondisi eksisting potensi perikanan dan kelautan, kondisi SDM dan permasalah terkait pengelolaan perikanan dan kelautan di Nias Barat kepada Kepala Badan Riset SDM Kelautan dan Perikanan, Dr. I Nyoman Radiarta.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Lt VII Gedung Mina Bahari III tersebut, Bupati juga menerangkan kendala utama pengelolaan dan pengembangan sektor perikanan di Nias Barat. Kendala itu menurut Bupati yaitu kurangnya sumber daya nelayan dan sumber daya manusia di bidang perikaan, tidak tersedianya sarana prasarana berupa kapal dengan kapasitas di atas 5 GT yang dilengkapi alat tangkap dan tidak tersedianya pelabuhan atau tambatan perahu sebagai tempat pendaratan kapal/perahu nelayan.

Terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bidang Perikanan dan Kelautan, disampaikannya kebutuhan mahasiswa Politeknik Kelautan dan Perikanan kepada Kepala Badan Riset SDM Kelautan dan Perikanan sebanyak 22 orang.

Mendengar paparan Bupati, Kepala Badan Riset SDM Kelautan dan Perikanan Dr. I Nyoman Radiarta mengatakan bahwa sebagai upaya regenerasi sekaligus untuk meningkatkan kompetensi pelaku utama sektor kelautan dan perikanan di masa depan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan kesempatan kepada 8.531 Anak Pelaku Utama (APU) sektor kelautan dan perikanan, seperti nelayan dan pembudidaya untuk menjadi Taruna di Politeknik Kelautan Perikanan) mulai dari D-I sampai D- IV di berbagai program studi.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan memberi kesempatan kepada anak pelaku utama perikanan dengan memberikan akses mengikuti pendidikan di Politeknik/Akademi di bawah naungan KKP sebagai upaya regenerasi pelaku utama bidang kelautan dan perikanan guna mendorong perkembangan sosial ekonomi kelautan dan perikanan,” tegasnya dikutip dari laman Pemkab. (dkknb/ps)