Setelah Sumber Air Tercemar, Bupati Bengkayang Minta PETI Berhenti

Gpriority- Sumber air minum di Hulu Intake Sumber Kabupaten Bangkayang, Kalimantan Barat yang dinikmati oleh 7 ribu masyarakat sekitar tercemar limbah dari aktivitas PETI (penambangan emas tanpa izin).

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis besama dengan rombongan OPD dan Forkopimda pun melakukan peninjauan ke lokasi, setelah mendapat aduan dari masyarakat terkait aktivitas PETI yang dapat merusak lingkungan dan air bersih.

“Aktivitas PETI harus dihentikan dan pelaku harus ditindak. Kami sudah lakukan ritual adat di TKP PETI dengan dasar agar tidak dilakukan aktivitas tersebut,” tegas bupati Selasa, (23/11/2021).

Dalam peninjauan tersebut,dilakukan ritual adat oleh pemangku adat di desa setempat. Ritual Adat dilakukan tujuannya untuk membersihkan alam atau hutan yang sudah di rusak, sebelum acara Adat dilakukan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ketua DAD Kecamatan Lumar.

Selanjutnya, Bupati bersama rombongan meninjau langsung lokasi kegiatan PETI tersebut yang tidak jauh dari lokasi ritual Adat. Bupati pun sangat menyayangkan saat melihat keruksakan Hutan yang merugikan kita semuanya.

“Ayo kita jaga hutan dan alam kita bersama-sama, jangan lagi dirusak. Masih banyak cara lain untuk kita mencari nafkah, jangan dengan cara merusak hutan dan alam yang akibatnya merugikan masyarakat Kabupaten Bangkayang,” ajaknya.

Ia menjelaskan bahwa sudah 18 tahun keberadaan Air Bersih Madi menjadi sumber air PDAM di kabupaten Bengkayang. Tentu hal tersebut harus dijaga karena sebagai sumber kehidupan, selain itu juga sebagai tujuan wisata, perdagangan dan juga ekonomi sebagai sumber air bersih dan alami.

Ia juga menyatakan, akan membenahi akses ke Madi, baik infrasturktur jalan dan jembatan, listrik dan juga sarana prasarana lainnya termasuk objek wisata sebagai sumber pendapatan masyarakat sekitarnya.

“Kami sudah meminta agar aktivitas PETI dihentikan karena mengancam keberadaan Intake Air bersih Madi yang pelanggannya sebanyak 10.075 dan sebanyak 7.000 pelanggan merupakan warga Kota Bengkayang. Patroli akan terus dilakukan, dan para pelaku akan ditangkap,” tandasnya. (Dw.foto.dok.Humas Bengkayang)

Related posts