Spanyol Buka Kembali Kedutaan di Teheran, Israel Larang Madrid dari Inisiatif Perdamaian Gaza

Madrid, Gpriority co.id – Pemerintah Spanyol mengumumkan rencana pembukaan kembali Kedutaan Besarnya di Teheran, Iran, sebagai langkah diplomatik signifikan pasca-gencatan senjata dua pekan antara AS, Israel, dan Iran. Keputusan ini menjadi sorotan internasional, memicu reaksi beragam dari berbagai pihak, termasuk larangan resmi dari Israel terhadap partisipasi Spanyol dalam inisiatif perdamaian (BoP) Gaza.

Kedutaan Spanyol di Teheran sempat ditutup sementara pada 7 Maret 2026 akibat eskalasi konflik regional, khususnya serangan udara AS dan Israel ke wilayah Iran yang dimulai sejak 28 Februari 2026. Saat itu, Duta Besar Spanyol Antonio Sanchez-Benedito dievakuasi demi keamanan staf diplomatik.

Pada 9 April 2026, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengeluarkan instruksi pembukaan kembali, usai berkoordinasi langsung dengan Menlu Iran Abbas Araghchi pada 8 April 2026. Albares menyebut langkah ini mencerminkan “situasi baru” dari kesepakatan gencatan senjata, dengan tujuan mendukung stabilitas kawasan dan mendorong penyelesaian damai melalui diplomasi penuh.

Spanyol menjadi negara Barat pertama yang kembali membuka perwakilan diplomatik di Teheran, menegaskan komitmen Perdana Menteri Pedro Sanchez yang vokal menentang agresi militer terhadap Iran dan Palestina.

Iran menyambut positif inisiatif ini. Abbas Araghchi menerima telepon langsung dari Albares pada 8 April, di mana Spanyol memberitahukan rencana tersebut. Interaksi bilateral ini menandakan koordinasi positif dan apresiasi Teheran terhadap sikap Madrid, termasuk penolakan Spanyol terlibat dalam agresi militer AS-Israel sebelumnya. Langkah ini dipandang sebagai kelanjutan dukungan Spanyol untuk perdamaian kawasan.

Langkah Spanyol memicu kecaman dari Israel, yang menyebutnya sebagai dukungan terhadap “rezim teror Iran”. Ketegangan meruncing lebih jauh ketika Israel secara resmi melarang Spanyol dari Pusat Koordinasi Sipil-Militer (CMCC), komponen kunci inisiatif perdamaian (BoP) Gaza yang digagas Presiden AS Donald Trump.

Menlu Israel Gideon Sa’ar mengonfirmasi keputusan tersebut, yang dikoordinasikan dengan AS, sebagai tanggapan atas “bias anti-Israel yang jelas” dari Pedro Sánchez, terutama selama konflik Iran. Ini menandai puncak hubungan paling dingin antara kedua negara.

Sebelumnya, Spanyol telah menarik Duta Besar Ana María Sálomon Pérez dari Tel Aviv secara permanen pada 10 Maret 2026 melalui dekrit Raja Felipe VI. Penarikan ini, yang dipimpin kuasa usaha (charge d’affaires) sejak 11-12 Maret, merupakan protes atas serangan AS-Israel ke Iran—yang disebut ilegal oleh Sanchez—serta eskalasi “genosida di Gaza” sejak 2023. Spanyol juga memberlakukan embargo senjata total dan mengakui Palestina, sementara Israel tak punya duta besar di Madrid.

Sebagai “sekutu AS” yang kini pro-Palestina/Iran, Spanyol berpotensi memicu perdebatan sengit di UE. Sikap vokal Sanchez menjadikan Madrid pengkritik paling lantang terhadap Israel di blok Eropa.

Foto : Istimewa