Strategi Jitu Bantul Memulihkan Wisata di Tengah Pandemi

Pemerintah Kabupaten Bantul terus melakukan strategi saat pandemi Covid-19, salah satunya yaitu pencanangan Desa Digital, Desa Wisata Mandiri Pangan Bebas Covid-19.

Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa kemandirian perlu terus ditingkatkan, karena Indonesia akan menjadi baik jika seluruh provinsi baik.

“Begitu pula Kabupaten Bantul akan baik apabila seluruh kapanewon baik dan seterusnya kapanewon baik apabila kalurahannya baik pula seterusnya sampai tingkat bawah baik maka yang tingkat diatasnya pasti baik.” kata Bupati, di Kelurahan Guwosari, Training Center, Kapanewon Pajangan, Bantul, Senin (16/8/2021).

Abdul Halim menyampaikan bahwa pihaknya membangun desa mandiri dengan beragam kegiatan, diantaranya dengan melakukan penguraian masalah sampah. Seperti yang dilaksanakan di kawasan Guwosari Training Center dimana dilokasi tersebut telah diinisiasi menunju zero waste system.

“Harapan saya dengan pengelolaan sampah yang baik seperti disini maka bisa menjadi teladan padukuhan, kalurahan yang lain sehingga Kabupaten Bantul menjadi kabupaten Go Green System.” lanjut Bupati.

Diketahui saat ini Kabupaten Bantul memiliki 27 kelurahan mandiri. Kelurahan Guwosari merupakan salah satu kalurahan yang memiliki banyak prestasi. Yang terbaru Kelurahan Guwosari menerima anugerah desa terbaik tingkat DIY. 

“Pemerintah Kabupaten sangat mendukung upaya yang dilakukan di Guwosari Training Center, karenanya ke depan perlu dikuatkan terkait dengan sasaran atau target yang hendak dicapai di Guwosari termasuk desa digital atau digitalisasi dusun dan kelurahan,” tutupnya. (dwi.foto.dok.humasprotokolbantul)

Related posts