Strategi Terpadu Dalam Rangka Mempercepat Pembangunan Kawasan Metropolitan

Badung,Gpriority- Selaras dengan Program Nasional Pengelolaan Kota Cerdas di Wilayah Metropolitan, Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan bekerja sama dengan PT Napindo Media Ashatama  menggelar kegiatan Integrated Technology Event (ITE) Forum 2021 secara  Hybrid.

Acara  yang diselenggarakan di Badung, Bali pada 29 September 2021 terbagi dalam berbagai  rangkaian kegiatan  yakni Indonesia International Smart City (IISMEX), Indo Water, Indo Waste, Indo Renergy, Indo Pooltech, Indo Firex dan Indo Security

Nampak hadir dalam kegiatan ini, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Ditjen Bina Adwil, Bupati Badung, Walikota Denpasar, Wakil Bupati Jembrana, Sekretaris Daerah Tabanan, Executive Direktur APEKSI dan perwakilan dari Google Cloud Indonesia, serta para narasumber hadir secara virtual dari BPIW, Kementerian PPN/ BAPPENAS, perwakilan APKASI, Panel Expert Katadata Insight Centre Katadata, PreSales Engineer APAC, Planet Labs, Vallfirest, Tribe Leader Smart City – Digital Business & Technology dari PT Telkom Indonesia, Chairman DPD DKI JAKARTA APTIKNAS, Direktur PDAM Pontianak, Direktur PDAM Giri Menang, Mataram, Founder of Greeneration Foundation, Chairman NFPA-CFPAA dan Atase Perlindungan Masyarakat untuk ASEAN dari Kedutaan Besar Perancis di Singapura.

Acara yang mengangkat tema “Integrated Development Strategies For Metropolitan Areas” dibuka secara langsung oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Dr. Safrizal ZA, M.Si sekaligus juga melakukan peluncuran handbook Penyelenggaraan Kota Cerdas, website aplikasi web.re-tiket.id dan website Global Open Innovation Indonesia.

Dalam sambutannya, Safrizal menyampaikan strategi pembangunan perkotaan Indonesia ke depan yang akan menitikberatkan pada aglomerasi perkotaan atau wilayah metropolitan sebagai alat pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial.

“Dan untuk RPJMN 2020-2024, akan memprioritaskan pada pengembangan Wilayah Metropolitan Palembang, Denpasar, Banjarmasin Dan Makassar peran Kementerian Dalam Negeri dalam pengembangan Wilayah Metropolitan adalah dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama daerah dalam penyelesaian permasalahan pelayanan publik,” jelasnya.

Guna mewujudkan itu semua, Kementerian Dalam Negeri seperti dijelaskan Safrizal senantiasa mendorong perencanaan wilayah metropolitan yang terintegrasi dengan menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi termasuk dalam hal data dan informasi antara pusat dan daerah, keterkaitan dan konsistensi dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan, menjamin tercapainya sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas pemerintah daerah untuk memeratakan cakupan pelayanan publik.

Di akhir sambutan, Safriza  mengatakan bahwa kegiatan ini pun menjadi rangkaian kegiatan menuju Integrated Technology Event (ITE) Forum 2021 Hybrid Event yang akan berlangsung di Grand City Convex Surabaya, pada 17 – 19 November 2021.(Tika-GP.Foto:ITE)

 

Related posts