Tanam Mangrove, Dorong Ekonomi Pesisir di Sulsel

Jakarta,GPriority.co.id-Mangrove adalah jenis tanaman dikotil yang hidup di habitat air payau dan air laut. Sebagai tanaman dikotil, mangrove dikenal memiliki banyak manfaat seperti bahan pembuat kosmetik, dijadikan kayu bakar,melindungi pantai,menjaga abrasi dan manfaat lainnya.

” Mengingat banyaknya manfaat yang didapat, saya mengajak kepada seluruh masyarakat dan juga kepala daerah untuk melakukan penanaman mangrove. Tak hanya menanam, saya juga telah memerintahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) untuk melakukan percepatan rehabilitasi mangrove seluas 34.250 ha yang tersebar di 32 Provinsi se-Indonesia.Karena hutan mangrove menyimpan carbon 4-5 kali lebih banyak dari hutan tropis daratan sehingga akan berkontribusi besar pada penyerapan emisi karbon. Ini juga meneguhkan komitmen kita terhadap Paris Agreement dan perubahan iklim dunia,” ucap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapi ajakan Jokowi, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dalam setiap pertemuan dengan masyarakat dan kepala daerah di wilayahnya selalu mengajak untuk menanam mangrove. Tak hanya masyarakat dan kepala daerah, siswa pun diajak untuk menanam mangrove.

” Setiap siswa wajib menanam 5 pohon mangrove. Penanaman ini dilakukan sebelum penerimaan rapor atau ijazah. Ini sudah masuk tahun ke-3. Harapannya semua daerah Sulsel yang memiliki wilayah pesisir bisa tertanam mangrove semua,” jelas Andi.

Selain menggerakkan siswa,masyarakat, dan kepala daerah, Pemprov pada Jum’at (19/8/2022) kembali melakukan penanaman mangrove di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.

” Ada dua tempat yang dijadikan lokasi titik penanaman yakni Desa Marana dengan luas lahan tanam 13 Ha dan Kurri Caddi dengan luas lahan tanam sebesar 18 Ha,” kata Andi Sudirman Sulaiman dikutip dari laman resmi Pemprov di hari yang sama.

Mengenai jumlah batang mangrove yang ditanam, Andi mengatakan 559.000 batang mangrove.

Menambahkan ucapan Andi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Muhammad Ilyas mengatakan bahwa Maros dipilih karena merupakan bagian dari program rehabilitasi kawasan mangrove oleh PT. Pelindo Indonesia dan Pemprov Sulsel. Salah satu tujuannya sebagai upaya penanganan perubahan iklim yang terjadi di Kabupaten Maros khususnya dan Sulsel umumnya.

“Program Rehabilitasi Kawasan Mangrove memberikan banyak dampak positif, bukan hanya dalam lingkup pelestarian lingkungan dan penanganan perubahan iklim, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi generasi penerus dalam menanamkan pemahaman akan pentingnya upaya pemeliharaan lingkungan dan menjaga keseimbangan alam,” ujar Ilyas.

Ilyas dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa hingga tahun 2022, Pemprov menargetkan akan ada 1,9 mangrove yang ditanam di Sulsel. ” Guna memenuhi target tersebut, Pemprov akan mempercepat penanaman mangrove di wilayah lainnya. Mengingat hingga saat ini kurang lebih 1,7 mangrove yang sudah tertanam di lahan seluas 12.000 hektare, dengan panjang pesisir pantai 1.937,” jelasnya.

Sementara Menko Marves RI Luhut Binsar Pandjaitan yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi upaya penghijauan dan penanaman mangrove yang telah dilakukan Pemprov Sulsel bersama pihak lainnya di Sulsel termasuk PT Pelindo.

“Secara khusus Pak Andi ini yang paten, saya kira kerjanya banyak, anda berkarya lah untuk daerah ini. Ini momen yang bagus 77 tahun kita merdeka kita menunjukkan Indonesia sekarang itu bangkit,” sebutnya.

Luhut dalam kesempatan tersebut meminta untuk penanaman mangrove Sulsel ditingkatkan menjadi dua kali lipat.“Tadi Pak Gubernur bilang 1,7 juta pohon sudah ditanam, kalau boleh 4 juta begitu. Itu ditargetkan, orang mau nikah tanam mangrove atau mau aplikasi apa. Tapi tempatnya disiapin,” jelas Luhut Binsar Panjaitan.

Selain Luhut Pandjaitan nampak hadir dalam penanaman mangrove di Maros, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Siti Nurbaya Bakar, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Sakti Wahyu Trenggono dan juga perwakilan Menteri BUMN yang diwakili Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi Tedi Bharata.(Hs.Foto.dok.Sultra)