Jakarta, GPriority.co.id – Aliansi Perempuan Indonesia (API) mengadakan tebar bunga sekaligus aksi damai di depan Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (17/9).
Aksi ini dilakukan Aliansi Perempuan Indonesia sebagai bentuk keprihatinan terhadap penangkapan dan penahanan beberapa aktivis yang menyuarakan perlawanan serta mengawal tuntutan perbaikan sistem secara menyeluruh, terhadap performa polisi serta penanganan aksi demonstrasi dan kebebasan berekspresi, yang merupakan bagian dari demokrasi.
Aliansi Perempuan Indonesia menilai jika kebijakan publik semakin di kontrol oleh negara hingga mempersempit dan membatasi ruang demokrasi serta aspirasi dan rasa frustasi rakyat.
“Seharusnya kita semua berterima kasih kepada kawan-kawan kita yang kemarin dengan keberanian mereka, akhirnya turun ke jalan kemudian menyuarakan rasa frustasi yang diakibatkan adanya kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat miskin di negeri ini,” seru Mutiara Ika Pratiwi, salah satu anggota organisasi tersebut dalam orasinya.
Ika menambahkan, aksi simbolis ini sebagai pertanda jika Aliansi Perempuan Indonesia akan terus mengawasi institusi Kepolisian dalam penanganan aktivis yang ditangkap.
“Jadi, aksi-aksi yang dilakukan kemarin itu bukanlah aksi yang kemudian negatif. Itulah simbol bunga yang kemudian kami bawa pada siang ini, untuk menunjukkan bahwa protes itu adalah hak,” ungkapnya.

Menurut Ika, seruan untuk segera membebaskan semua aktivis yang ditahan karena menyuarakan kebenaran sangat penting, mengingat protes merupakan hak. Selain itu, menyampaikan pendapat adalah hak masyarakat yang juga dijamin oleh undang-undang.
“Kami mengajak kawan-kawan semua untuk menyuarakan tuntutan-tuntutan pembebasan bagi semua demonstran. Tidak hanya yang saat ini ditahan di Polda Metro Jaya, tetapi di berbagai Polres, di berbagai kantor-kantor kepolisian yang ada di seluruh Indonesia,” tegasnya.
“Protes itu adalah hak. Bahwa protes itu adalah bentuk kepedulian rakyat Indonesia terhadap berbagai situasi ketidakadilan yang terjadi di negeri ini,” pungkas Ika saat diwawancarai wartawan.
