Tidak Menyebut Pelaku, UEFA Dikecam Saat Bentangkan Spanduk Hentikan Pembunuhan Anak-Anak di Final Piala Super Eropa 2025

Udine, Gpriority.co.id – UEFA (Asosiasi Sepakbola Eropa) membentangkan spanduk yang meminta hentikan pembunuhan anak-anak pada final Piala Super Eropa 2025. Spanduk yang dibentangkan sesaat sebelum pertandingan antara Paris Saint Germain (PSG) dan Tottenham Hotspur itu tidak menyebutkan Israel sebagai pelakunya.

Sesaat sebelum pertandingan final Piala Super Eropa 2025 yang mempertemukan klub Prancis, PSG dan Tottenham Hotspur (Inggris) UEFA sempat membentangkan spanduk bertuliskan “Hentikan Pembunuhan Anak-anak” dan “Hentikan Pembunuhan Masyarakat Sipil”.

Sayangnya spanduk tersebut tidak jelas ditujukan ke siapa pelakunya walau disaat yang sama UEFA juga sempat mengundang dua anak pengungsi Palestina dalam upacara penyerahan medali bersama Presiden UEFA Aleksander Čeferin di Piala Super UEFA 2025. Kedua anak pengungsi Palestina itu ambil bagian atas undangan dari Yayasan UEFA untuk Anak-anak.

Dalam akun Facebook UEFA disebutkan “From the UEFA Super Cup in Udine, the message is loud and clear. A banner. A call”. Sontak postingan ini digeruduk netizen seluruh dunia meminta UEFA untuk menyebut nama pelaku pembunuhan anak-anak dan masyarakat sipil. Netizen juga meminta agar sepakbola Israel dijatuhkan sanksi. Mereka mengungkit perlakuan berbeda UEFA kepada sepakbola Rusia dimana negara itu disanksi tidak bisa tampil di pertandingan dan kompetisi internasional.

Netizen juga mengungkapkan jika hal ini (Spanduk UEFA yang meminta hentikan pembunuhan anak-anak) didorong dari komentar Mohamed Salah, punggawa Timnas Mesir yang bermain untuk Liverpool di akun X UEFA beberapa hari yang lalu.

Sebelumnya dalam status X milik UEFA yang menampilkan foto Al-Obeid dan menyebut sebagai pemain bertalenta dari Palestina itu, Mohamed Salah sempat menyindir UEFA.

Dalam postingan UEFA yang menyatakan “Selamat Jalan Suleiman Al-Obeid “Pele Palestina”, seorang berbakat yang memberikan harapan bagi banyak anak bahkan di masa tergelap sekali pun,” Salah berkomentar “Bisakah kalian mengatakan pada kami bagaimana dia tewas, dimana, dan mengapa?”

Selain Mohamed Salah, Pelapor khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) di wilayah Palestina, Francesca Albanese, mendorong UEFA untuk mengeluarkan Israel dari kompetisinya atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Dalam akun X-nya, Albanese menyampaikan, “Mari kita buat olahraga bebas apartheid dan genosida. Satu bola, satu tendangan pada satu waktu.” Albanese juga mengatakan “Saatnya mengeluarkan para pembunuhnya dari kompetisi, @UEFA”.

Foto : UEFA