Kalimantan Selatan, GPriority.co.id – Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Pemkab Tanah Laut, memanfaatkan teknologi drone untuk menanam padi di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Sebagaimana dilansir dari ANTARA, penanaman padi perdana menggunakan teknologi drone tersebut dilakukan pada Selasa (12/8) lalu, tepatnya di Desa Ujung, Bati Bati.
Drone tersebut menabur benih di lahan seluas 359 hektar, sebagai bagian dari program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang menargetkan total 4.200 hektar, dengan 3.800 hektar telah terkontrak.
Inovasi tersebut bertujuan guna mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif atau rawan banjir, menjadi lahan sawah yang produktif. Pemerintah sendiri menyediakan benih, pupuk, herbisida, serta mesin pertanian modern seperti traktor, rotator, drone, pompa, serta mesin panen.
Brigade pangan muda yang terdiri dari 15 anak muda milenial juga dilatih untuk mengoperasikan alat-alat tersebut, dengan tujuan untuk meningkatkan frekuensi tanam hingga tiga kali per tahun.
Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, memberi apresiasi terhadap langkah Presiden Prabowo melalui Kementan, untuk meningkatkan produksi pangan di wilayahnya.
Rahmat menambahkan, Program CSR di Kecamatan Bati-Bati merupakan contoh model pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan. Ia berharap lahan produktif tersebut dapat menginspirasi daerah lain.
Meski masih banyak pro kontra terkait keberhasilan Program CSR tersebut, namun pemerintah pusat kini mencoba memberi perhatian secara berkelanjutan. Selain itu, swasembada pangan juga harus dijaga guna memenuhi kebutuhan saat ini, juga di masa depan.
Dalam jangka panjang, sebanyak 40 ribu hektare sawah di Tanah Laut diharapkan dapat lebih produktif. Target ini sesuai dengan visi Tanah Laut sebagai Penopang Pangan Nasional.
Seperti dilansir dari laman Kementan, Menteri Pertanian Andi Sulaiman mengatakan jika inovasi teknologi drone berperan penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, utamanya untuk mencapai swasembada pangan.
“Pemanfaatan teknologi modern menjadi bagian dari strategi besar Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut juga didukung oleh Yudi Sastro, Direktur Jenderal Tanaman Pangan yang mengatakan jika pemerintah harus terus mendorong optimalisasi teknologi dalam produksi tanaman pangan.
“Drone adalah solusi yang dapat mempercepat pencapaian target produksi, mengurangi kehilangan hasil akibat OPT, dan meningkatkan efisiensi distribusi input pertanian,” ujarnya.
