Tragedi Kereta Bekasi Timur: Ustaz Asroni Ingatkan Adab dan Harapan dalam Duka

Ilustrasi orang sedang berdoa/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id –  Masyarakat Indonesia tengah berduka atas insiden kecelakaan antara KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam, yang menewaskan belasan orang.

Founder Santri Motivator School, Ustaz Asroni Al Paroya, mengatakan semua pihak patut berduka dan mendoakan dengan tulus bagi saudara-saudara yang wafat dalam musibah tersebut. Namun, Islam juga mengajarkan bahwa di balik duka terdapat panduan wahyu, adab, harapan, dan rahmat Allah SWT.

Ia menjelaskan, setiap Muslim wajib meyakini bahwa kematian terjadi atas ilmu dan ketetapan Allah SWT. 

Sebagaimana firman-Nya:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-‘Ankabut: 57).

Allah SWT juga berfirman:

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ۝ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ۝ أُولٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155–157).

Terkait status korban yang meninggal dunia, Ustaz Asroni menegaskan bahwa tidak boleh memastikan tanpa ilmu. Namun, Rasulullah SAW memberikan kabar tentang golongan yang wafat karena musibah tertentu dan mendapatkan pahala syahid akhirat.

“Adapun mengenai status mereka, kita tidak boleh memastikan tanpa ilmu, namun Rasulullah SAW memberi kabar bahwa ada golongan yang wafat karena musibah tertentu dan mendapatkan pahala syahid akhirat,” kata Ustad Asroni kepada GPriority, Kamis (30/4).

Dalam sebuah hadis disebutkan:

عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُونُ، وَالْمَبْطُونُ، وَالْغَرِقُ، وَصَاحِبُ الْهَدْمِ، وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ

“Rasulullah SAW bersabda: Orang-orang yang mati syahid itu ada lima: orang yang meninggal karena tha‘un, sakit perut, tenggelam, tertimpa bangunan/reruntuhan, dan syahid di jalan Allah.” (HR. Bukhari no. 2829, Muslim no. 1914).

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tertimpa bangunan mencakup korban musibah besar seperti kecelakaan berat. Karena itu, diharapkan para korban musibah massal termasuk dalam golongan yang mendapat rahmat dan pahala syahid akhirat, insyaAllah.

Rasulullah SAW juga bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللّٰهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, atau duka cita, bahkan sampai duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya karenanya.” (HR. Bukhari no. 5641, Muslim no. 2573)

Dengan demikian, jika seorang Muslim wafat dalam musibah besar, diharapkan dosanya diampuni, memperoleh pahala syahid akhirat, serta mendapatkan rahmat dan kemuliaan sesuai kadar keimanannya.

Meski begitu, Ustaz Asroni menegaskan pentingnya menjaga adab Ahlus Sunnah, yakni berharap kebaikan tanpa memastikan surga, karena keputusan akhir sepenuhnya merupakan hak Allah SWT. 

Sebagaimana firman-Nya: 

إِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ

“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seseorang walaupun sebesar zarrah.” (QS. An-Nisa’: 40)

Oleh karena itu, sikap terbaik adalah mendoakan, bukan menghakimi; berprasangka baik kepada Allah, serta mengambil hikmah bahwa kematian dapat datang kapan saja.

Ia pun mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa:

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ

“Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, sejahterakan mereka, dan maafkanlah mereka.”

Dia berharap, para korban mendapatkan rahmat Allah SWT, dilapangkan kuburnya, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.