Wapres Sarankan Masyarakat Zona Merah Shalat Tarawih di Rumah

Meskipun pemerintah pusat mengizinkan masjid dan musholla menggelar shalat tawarih berjamaah selama ramadan 1442 Hijriah, bukan berarti semua daerah bisa menggelarnya.

“ Maaf  untuk daerah yang zona merah, saya menghimbau shalat tarawih dan tadarus di rumah saja. Ini dimaksudkan agar penularan Covid-19 di zona tersebut bisa semakin menurun. Dengan demikian bisa menggelar pula shalat tarawih berjamaah nantinya,” jelas Wakil Presiden Maruf Amin saat membuka acara Syiar Islam dan Istighotsah Kubra dalam rangka Tarhib Ramadan, secara virtual, Jumat malam (09/04/2021).

Lebih jauh Wapres mengingatkan bahwa ibadah berjemaah di masjid, seperti salat tarawih dan tadarus hukumnya sunah, sementara menjaga diri dari penularan penyakit atau bahaya hukumnya wajib. Oleh karena itu, ia meminta umat muslim memprioritaskan upaya menekan penularan COVID-19.

 “Begitu juga kenapa pemerintah melarang mudik. Itu karena pengalaman tahun lalu, terjadi peningkatan penularan COVID-19 sampai 90 persen ketika mudik. Untuk itulah kenapa, menjaga itu, kemudian dilarang mudik. Saya kira kedudukannya itu sama saja, bahwa mudik atau silaturahim itu sunah, tetapi ada bahaya penularan COVID-19,” ujarnya.

Maruf Amin  dalam kesempatan tersebut juga mengimbau agar Ramadan kali ini dijadikan sebagai momentum untuk memperbaiki diri serta memohon ampun kepada Allah Swt. serta memohon perlindungan-Nya, khususnya dari segala bencana yang tengah melanda Indonesia. “Seperti kita tahu bahwa bulan Ramadan adalah bulan maghfirah, ampunan Allah. Karena itu, mari kita jadikan bulan Ramadan [sebagai bulan] untuk memohon ampun kepada Allah. Karena kita semua menyadari bahwa kita semua tidak ada yang tidak berdosa karena kita bukan orang yang maksum [terpelihara dari dosa],” tutupnya.(Hs)




 

Related posts