Waspadai Gangguan Haid, dr. Ngabila: Jangan Anggap Sepele Jika Terlalu Sakit

Ilustrasi perempuan sedang menstruasi/Foto Kemenkes Ilustrasi perempuan sedang menstruasi/Foto Kemenkes

Jakarta, GPriority.co.id – Setiap perempuan tentu pernah mengalami gangguan saat menstruasi. Namun, sebagian besar masih menganggap kondisi tersebut sebagai hal yang biasa.

Menanggapinya, Praktisi Kesehatan Masyarakat sekaligus Kepala Seksi Pelayanan Medik & Keperawatan RSUD Tamansari, dr. Ngabila Salama, mengingatkan bahwa tidak semua gangguan haid boleh dianggap sepele.

“Gangguan saat haid itu wajar ada, tapi ada juga yang tidak boleh disepelekan karena bisa jadi tanda masalah kesehatan,” ujar dr. Ngabila kepada GPriority, Senin (15/9).

Ia menjelaskan, gangguan haid terbagi dalam dua kategori yakni yang masih tergolong normal dan yang perlu diwaspadai.

Gangguan Haid yang Masih Normal

Beberapa kondisi umum saat haid masih tergolong wajar, di antaranya:

  • Nyeri haid (dismenore), akibat kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisan endometrium. Biasanya nyeri terasa di perut bawah, punggung, atau paha.Perubahan mood (PMS) seperti mudah marah, sedih, sensitif, atau cemas, dipicu fluktuasi hormon estrogen dan progesteron.
  • Kelelahan dan lemas akibat kehilangan darah serta perubahan hormon.
  • Gangguan pencernaan seperti diare, kembung, atau sembelit, yang dipengaruhi hormon prostaglandin.
  • Jerawat dan perubahan kulit karena fluktuasi hormon androgen.

Gangguan Haid yang Perlu Diwaspadai

Jika muncul gejala berikut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter karena bisa menandakan masalah medis serius:

  • Nyeri haid sangat hebat hingga mengganggu aktivitas (bisa tanda endometriosis atau adenomiosis).
  • Perdarahan sangat banyak (menoragia), misalnya harus ganti pembalut tiap 1–2 jam, keluar gumpalan besar, atau berlangsung lebih dari 7 hari.
  • Siklus haid tidak teratur terus-menerus, seperti telat berbulan-bulan atau terlalu sering (<21 hari).
  • Nyeri saat berhubungan atau di luar menstruasi.
  • Gejala anemia, seperti lemas berlebihan, pusing, jantung berdebar, atau wajah pucat akibat perdarahan berlebih.
  • Demam, keputihan berbau, atau nyeri panggul hebat saat haid, yang bisa menandakan infeksi atau penyakit radang panggul.

“Intinya, kalau haid terasa tidak wajar, terlalu sakit, terlalu banyak, atau disertai gejala tambahan yang mengganggu, jangan dianggap biasa. Lebih baik segera periksa ke dokter kandungan,” pungkas dr. Ngabila.

Pewarta : Fifi Abdurahman