Workshop Self Assesment Indi 4.0 Untuk Mengukur Kesiapan Dalam Melakukan Transformasi menuju industri 4.0

Jakarta,Gpriority-Memasuki era Industri 4.0, Kementerian Perindustrian terus memantapkan kesiapan sektor manufaktur sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0, ada lima sektor yang sedang diprioritaskan pengembangannya, yaitu industri makanan, minuman, tekstil,pakaian, otomotif, elektronika, dan kimia.

Dijelaskan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara, saat membuka acara workshop Self Assessment INDI 4.0 Selasa (19/3), “Kami telah menyusun Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), yang merupakan indeks acuan bagi industri dan pemerintah dalam mengukur tingkat kesiapan industri bertransformasi menuju industri 4.0 di Indonesia.

” Salah satu tahapan untuk menyosialisasikan dan menerapkan INDI 4.0, adalah menggelar Workshop Self Assessment INDI 4.0 yang digelar pada tanggal 19 hingga 20 Maret 2018,” ucap Ngakan.

Ngakan mengatakan, Workshop Self Assessment INDI 4.0 ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan mengukur kesiapannya dalam melakukan transformasi menuju industri 4.0.

“Selain itu, diharapkan para peserta akan tergambarkan mengenai posisi kesiapan industrinya saat ini,” kata Ngakan.

kegiatan tersebut diikuti sebanyak 100 peserta yang meliputi 50 peserta dari sektor industri makanan minuman serta 50 peserta dari sektor industri elektronika.

Ngakan juga mengatakan, dari assessment INDI 4.0 ini, akan diberikan award 4.0 kepada industri yang telah mencapai level tertentu dan memiliki journey industri 4.0 di perusahaannya.

“Nantinya, tim Kemenperin melakukan kunjungan terhadap perusahaan yang masuk dalam kategori tersebut sebagai kandidat penerima award 4.0. Pemberian penghargaan bakal diserahkan saat peluncuran INDI 4.0 yang rencananya di-launching secara resmi oleh Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam acara bertajuk Indonesia Industrial Summit 2019 pada tanggal 4-6 April 2019 di ICE, BSD Serpong,” papar Ngakan.

Sejak diluncurkannya Making Indonesia 4.0 oleh Presiden Joko Widodo pada April 2018, Kemenperin telah menghasilkan beberapa kebijakan strategis dalam upaya implementasi program prioritas peta jalan tersebut.Antara lain perumusan insentif fiskal berupa Super Deductible Tax untuk perusahaan yang berinvestasi melaksanakan kegiatan litbang inovasi serta pendidikan dan pelatihan vokasi. Selanjutnya,menelurkan program e-Smart IKM memanfaatkan e-commerce melalui marketplace sehingga dapat memperluas pasarnya.

“Kami juga terus mendorong kegiatan rekayasa litbang dan memfasilitasi pembangunan pusat inovasi industri 4.0,” tutup Ngakan.(Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment