Wujudkan Layanan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas, Begini Strategi Kemenkes

Foto: Dok.Kemenkes Foto: Dok.Kemenkes

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan telah menyiapkan empat kebijakan strategis dalam penyelenggaran layanan Kesehatan haji 2025 khusus pada lansia dan disabilitas.

Menurut data Kementerian Kesehatan profil kesehatan jamaah haji Indonesia pada 2023–2024 didominasi oleh kelompok lanjut usia (lansia) berusia di atas 60 tahun, yakni sebesar 44 persen pada 2023 dan 37 persen pada 2024.

Strategi pertama, melakukan penguatan pembinaan kesehatan jamaah haji melalui pembinaan kesehatan dimasa tunggu dengan skrining kesehatan; pembinaan kesehatan terintegrasi dengan lintas program terkait di lingkungan Kementerian Kesehatan.

“Kemudian penyiapan materi standar pembinaan di Indonesia dan Arab Saudi; pembinaan kesehatan terpadu dengan lintas sektor terkait, organisasi profesi, KBIH, dan ormas lainnya,” ujar Liliek dalam keterangan resminya Kamis (17/4).

Kedua, melaksanakan penguatan pemeriksaan kesehatan jamaah haji yang terstandardisasi berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/2118/2023 tentang Standar Teknis Pemeriksaan Kesehatan dalam rangka Penetapan Status Istitaah Kesehatan Jamaah Haji melalui peningkatan kapasitas dan sertifikasi tim pemeriksa kesehatan provinsi dan kab/kota; serta penguatan istitaah kesehatan haji di dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat dan Siskohatkes)

Ketiga, mengembangkan Siskohatkes dengan pengintegrasian Siskohatkes dengan Satu Sehat untuk mengidentifikasi data riwayat kesehatan jamaah haji melalui RME (Rekam Medik Elektronik) serta pengintegrasian dengan International Patient Summary akses data riwayat kesehatan jamaah haji oleh fasyankes Arab Saudi, dan pengembangan dalam penetapan status istitaah kesehatan jamaah haji.

Terakhir, menguatkan pelayanan kesehatan haji di Arab Saudi dengan penguatan peran pos kesehatan satelit setiap hotel di Makkah, menempatkan dokter spesialis dan tenaga promkes setiap sektor, serta melakukan pengadaan alat kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan di KKHI diantaranya X-Ray Mobile, Ekokardiogram, Elektrokardiogram, dan Sanitasi Kit).

Liliek menjelaskan mayoritas jamaah haji 2024 memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid), mencapai 73 persen. Secara umum, tidak banyak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Sekitar 72 persen jamaah haji Indonesia memiliki penyakit penyerta. Selama periode 2018–2024 (dikecualikan data masa pandemi COVID-19 2020-2022), penyakit pneumonia dan serangan jantung merupakan risiko kesehatan utama bagi jamaah di Arab Saudi,” kata Liliek.

Berdasarkan data pelayanan kesehatan kelompok terbang (kloter) 2023–2024 menunjukkan tingginya angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta meningkatnya kewaspadaan terhadap pneumonia, khususnya pada jamaah lansia dan penderita komorbid.

Selain penyakit, data hari terakhir (H-73) penyelenggaraan Haji Tahun 2024 menunjukkan terdapat 461 jemaah yang wafat dan penyebab kematian tertinggi adalah penyakit jantung (37,9 persen).

Sebanyak 80,5 persen dari total kematian tersebut, kata Liiek merupakan jemaah berusia 60 tahun ke atas. Kementerian Kesehatan mencatat bahwa profil kesehatan jamaah haji Indonesia pada 2023–2024 didominasi oleh kelompok lanjut usia (lansia) berusia di atas 60 tahun, yakni sebesar 44 persen pada 2023 dan 37 persen pada 2024.

Liliek menjelaskan mayoritas jemaah haji 2024 memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid), mencapai 73 persen. Secara umum, tidak banyak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Sekitar 72 persen jemaah haji Indonesia memiliki penyakit penyerta. Selama periode 2018–2024 (dikecualikan data masa pandemi COVID-19 2020-2022), penyakit pneumonia dan serangan jantung merupakan risiko kesehatan utama bagi jemaah di Arab Saudi,” kata Liliek.

Berdasarkan data pelayanan kesehatan kelompok terbang (kloter) 2023–2024 menunjukkan tingginya angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta meningkatnya kewaspadaan terhadap pneumonia, khususnya pada jamaah lansia dan penderita komorbid.

Selain penyakit, data hari terakhir (H-73) penyelenggaraan Haji Tahun 2024 menunjukkan terdapat 461 jemaah yang wafat dan penyebab kematian tertinggi adalah penyakit jantung (37,9 persen).

Sebanyak 80,5 persen dari total kematian tersebut, kata Liiek merupakan jamaah berusia 60 tahun ke atas.

Editor: Novita Intan

Foto: Dok. Kementerian Kesehatan