Kemenkes Prioritaskan Layanan Gigi di Wilayah Terdampak Banjir Sumatera

Momen kemenkes saat menyalurkan alat kesehatan ke wilayah terdampak banjir di Sumatera/Foto : Dok. Kemenkes RI Momen kemenkes saat menyalurkan alat kesehatan ke wilayah terdampak banjir di Sumatera/Foto : Dok. Kemenkes RI

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan pemulihan Puskesmas yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera dengan mengutamakan pengadaan dental unit atau fasilitas pemeriksaan gigi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar, khususnya layanan kesehatan gigi, dapat kembali berjalan normal setelah bencana.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya, mengatakan kebutuhan dental unit menjadi prioritas utama karena tingginya angka pemeriksaan kesehatan gigi berdasarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Dental unit ini kan orang kalau berdasarkan CKG (cek kesehatan gratis) memang angkanya paling tinggi tuh,” kata Sumarjaya di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (25/6).

Pernyataan tersebut disampaikan usai acara serah terima bantuan alat kesehatan untuk pemulihan wilayah terdampak banjir di Sumatera.

Menurutnya, kerusakan dental unit dapat menghentikan seluruh layanan kesehatan gigi di Puskesmas sehingga berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

“Puskesmas memang butuh dental unit segera dalam rangka untuk pelayanan gigi dan juga dalam rangka kerjasama dengan BPJS, soalnya nanti nggak bisa diklaim. Kan seperti itu,” ujarnya.

Selain fasilitas kesehatan gigi, Kemenkes juga memprioritaskan pengadaan tempat tidur pemeriksaan bagi Puskesmas perawatan maupun Puskesmas nonperawatan yang mengalami kerusakan akibat banjir. Upaya tersebut dilakukan sambil menunggu alokasi anggaran pemulihan dari APBN.

“Jadi kita bagi itu beberapa yang memang rusak dan memang kita segera perbaiki sambil menunggu anggaran dari APBN masuk,” kata Sumarjaya.

Tidak hanya fokus pada pemulihan fasilitas, Kemenkes juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi penyakit pascabanjir, terutama di wilayah Tapanuli Tengah yang masih terdampak.

Salah satu bantuan yang disalurkan adalah alat fogging untuk membantu pengendalian penyebaran demam berdarah dengue (DBD).

Selain itu, sterilisator juga diberikan guna memastikan alat-alat kesehatan dapat disterilkan dengan baik sehingga pelayanan medis tetap berlangsung secara aman dan optimal.

Sumarjaya menjelaskan bahwa sebagian besar rumah sakit yang terdampak banjir kini telah kembali beroperasi normal. Oleh karena itu, tahap pemulihan saat ini difokuskan pada Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kalau rumah sakit sudah pulih. Hampir rata-rata sudah pulih dan melayani semuanya. Tapi memang tahap keduanya ini memang Puskesmas,” pungkasnya.