Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kembali disorot publik. Dirinya melontarkan pernyataan yang menjadi pro-kontra, karena menyebut orang dengan gaji 15 juta lebih pintar dan sehat.
Dalam kesempatan yang sama, Menkes Budi menekankan, ntuk menjadi negara maju pada 2045, rakyat Indonesia perlu memiliki penghasilan minimal Rp 15 juta per bulannya. Ia turut menegaskan, bahwa orang yang berpenghasilan lebih tinggi umumnya lebih sehat dan pintar.
“Apa sih bedanya orang yang gajinya Rp 15 juta sama Rp 5 juta? cuma dua. Satu, pasti lebih sehat dan lebih pintar. Kalau dia enggak sehat dan enggak pintar, enggak mungkin gajinya Rp 15 juta, pasti Rp 5 juta,” ujar Budi seperti dilansir dari sebuah laporan.
Menurutnya, tanpa kesehatan dan kecerdasan, sulit mencapai penghasilan tersebut. Menkes Budi menilai, selama mayoritas masyarakat Indonesia masih berpenghasilan di bawah Rp 15 juta, Indonesia belum bisa disebut sebagai negara yang maju. Hal ini menjadi tantangan ke depan untuk menaikkan rata-rata penghasilan masyarakat dari Rp 5 juta menjadi Rp 15 juta dalam dua dekade mendatang.
Menjabat sebagai Menkes, Budi turut menyampaikan jika tugasnya bukan sekadar mengobati orang sakit, melainkan menjaga masyarakat Indonesia agar tetap sehat melalui edukasi tentang gaya hidup.
Budi menyebut pentingnya menjaga lingkar perut dan menghindari kelebihan gula serta lemak viseral yang dapat memicu berbagai penyakit mematikan. Menurutnya, gaya hidup yang sehat merupakan sebuah kunci utama untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mendukung peningkatan produktivitas. Disamping itu juga dapat menciptakan kesejahteraan ekonomi.
Budi menjelaskan, menurut standar Kemenkes, lingkar pinggang pria yang sehat seharusnya di bawah 90 cm atau ukuran celana jeans dengan maksimal 32-33. Apabila melebihi ukuran tersebut, maka dapat dikategorikan obesitas yang berisiko tinggi terhadap kesehatan.
Secara tegas, Budi juga menekankan bahwa pernyataan tersebut bukanlah bagian dari body shaming, melainkan lebih ke arah ajakan untuk dapat semakin peduli dengan kesehatan.
“Kalau laki-laki beli celana jeans masih di atas ukuran 32-33, itu sudah pasti obesitas. Itu menghadap Allah-nya lebih cepat dibanding ukuran 32 ke bawah. Saya bukan body shamming, tapi memang artinya begitu,” ungkap Budi beberapa waktu lalu.
Foto : Dok. Kemenkes RI
