Jakarta, GPriority.co.id – Meski kini telah menjadi Menteri Koperasi, sosok Budi Arie Setiadi kembali disorot. Terutama, terkait kepemimpinannya saat menjadi Menkominfo (Menteri Komunikasi dan Informasi), dan disebut ada andil dibalik kasus judol di Indonesia.
Dilansir dari laporan ANTARA, Jaksa mengungkap adanya dugaan keterlibatan Budi Arie dalam praktik mafia akses judi online. Jaksa menyebut, Budi menerima jatah 50% dari keuntungan penjagaan ribuan website judol, agar tidak diblokir Kominfo.
Kasus tersebut bermula dari kerja sama antara terdakwa Alwin Jabarti Kiemas dan DPO bernama Jonathan, yang juga turut menyeret sejumlah pegawai Kemenkominfo.Diantaranya termasuk Fakhri Dzulfiqar, Yudha Rahman Setiadi, dan Ketua Tim Pengendalian Konten Ilegal, Denden Imadudin Soleh.
Terkait tarif penjagaan website pun meningkat dari Rp1 juta menjadi Rp4 juta per situs. Bahkan aksi ini berlangsung hingga akhir tahun 2023, dengan jumlah situs yang dijaga mencapai ratusan.
Nama Budi Arie pun muncul saat jaksa menjelaskan peran Zulkarnaen Apriliantony, yang diminta Budi untuk mencari orang yang dapat mengumpulkan data website judi. Ia memperkenalkan Budi kepada Adhi Kismanto yang diterima bekerja di Kominfo berkat intervensi Budi, meskipun tidak lolos seleksi.
Adhi juga sempat mengganggu operasi penjagaan, tetapi akhirnya diajak kerja sama oleh Denden dan Agus. Dari kesepakatan tersebut, pembagian hasil penjagaan website judi pun ditetapkan.
Besarannya yaitu, 50% untuk Budi Arie, 30% untuk Zulkarnaen, dan 20% untuk Adhi. Hingga Mei 2024 lalu, praktik ini telah menghasilkan Rp48,75 miliar dari 3.900 situs yang dijaga. Adapun pembagian hasil dicatat secara sistematis, termasuk untuk Budi Arie yang disebut dengan kode berinisial “PM”.
Keterlibatan Budi Arie dalam kasus judi online juga diutarakan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Bahkan Mahfud menyebut, Budi Arie merupakan jantung dari judi online.
Mahfud MD juga mendesak pihak kepolisian untuk segera memeriksa Budi Arie, dengan berdasarkan fakta bahwa para terduga pengaman situs judi online direkrut oleh Budi Arie saat ia masih menjabat sebagai Menkominfo.
“Yang penting itu memeriksa Budi Arie, karena bagaimanapun itu semua diangkat oleh Budi Arie, bukan semua-lah, saya tidak tahu yang lain, tapi sekurang-kurangnya tersangka utamanya itu kan diangkat oleh Budi Arie,” ungkap Mahfud MD pada saluran YouTube-nya.
Foto : Dok. Biro Humas Kemkominfo
