Penelitian: Dark Chocolate Mempertajam Ingatan Dalam Waktu 1 Jam!

Penelitian: Dark Chocolate Bisa Mempertajam Ingatan Hanya Dalam Waktu 1 Jam!/Foto : Dok. Freepik Penelitian: Dark Chocolate Bisa Mempertajam Ingatan Hanya Dalam Waktu 1 Jam!/Foto : Dok. Freepik

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Kabar baik bagi para pecinta dark chocolate. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa mengonsumsi dark chocolate dapat mempertajam ingatan dalam waktu 1 jam.

Senyawa pahit alami pada kakao, apel, beri, dan anggur merah, diklaim dapat meningkatkan daya ingat dan mengaktifkan sistem alarm internal otak, menurut penelitian yang dilakukan di Institut Teknologi Shibaura, Jepang.

Para peneliti mencoba memberikan flavanol, senyawa berbasis tanaman yang dikenal karena sifat antioksidannya kepada tikus. Hasilnya, otak mereka melepaskan lonjakan noradrenalin, zat kimia yang mempengaruhi tingkat kewaspadaan dan fokus.

Dalam waktu satu jam, hewan tersebut menunjukkan kinerja sekitar 30 persen lebih baik pada tes memori dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi flavanol. Para peneliti menemukan bahwa tikus yang diberi flavanol menunjukkan aktivitas motorik dan perilaku eksplorasi yang lebih besar.

Flavanol pada dark chocolate menghadirkan rasa sepat dan sedikit pahit. Kandungan ini dapat memicu saraf sensorik dan mendorong kinerja otak, menurut penelitian tersebut.

Wilayah kecil pada otak yang disebut locus coeruleus, melepaskan noradrenalin dan membantu otak untuk menyimpan informasi baru. Flavanol dapat memberi nutrisi yang melindungi sel-sel otak, hingga mengurangi tingkat stres.

“Respons stres yang ditimbulkan oleh flavanol dalam penelitian ini serupa dengan yang ditimbulkan oleh olahraga fisik. Dengan demikian, asupan flavanol dalam jumlah sedang, meskipun bioavailabilitasnya rendah, dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup,” ujar Fujii, salah satu peneliti yang terlibat.

Meski makanan kaya flavanol dapat membantu otak mengubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang, namun Dr. Jonson Moon, seorang ahli saraf di Providence St. Jude Medical Center, California, menyebut bahwa mengonsumsinya tetap tak boleh berlebihan, karena kandungan kalori, gula, serta lemaknya dapat melebihi manfaatnya.

“Jika ternyata ini cara yang efektif dan aman untuk meningkatkan kemampuan otak kita sementara, saya mungkin akan makan lebih banyak cokelat hitam,” ujar Moon.