Penelitian: Stres Pada Ibu Hamil Pengaruhi Pertumbuhan Gigi Susu Bayi

Penelitian: Stres Pada Ibu Hamil Pengaruhi Pertumbuhan Gigi Susu Bayi/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Penelitian: Stres Pada Ibu Hamil Pengaruhi Pertumbuhan Gigi Susu Bayi/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah penelitian terbaru dari Universitas Rochester New York menunjukkan kaitan stres pada ibu hamil dengan pertumbuhan gigi susu bayi.

Dilansir dari laporan NY Post pada Rabu (26/11), stres pada ibu hamil memungkinkan terjadinya pertumbuhan gigi yang lebih awal pada bayi yang dilahirkan, karena tingkat hormon kortisol yang tinggi.

“(Penelitian) kami menunjukkan bahwa kadar hormon stres yang lebih tinggi pada ibu, khususnya kortisol, selama akhir kehamilan berkaitan dengan erupsi gigi susu lebih awal pada bayinya,” ujar Yin Meng, penulis pada penelitian tersebut sekaligus profesor madya di Sekolah Keperawatan Universitas Rochester.

Umumnya, pertumbuhan gigi susu terjadi pada bayi usia mulai 6 bulan hingga 3 tahun, dengan jumlah sekitar 20 gigi. Selain itu, pertumbuhan gigi susu juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetika, nutrisi, berat badan lahir, hingga usia ibu yang juga dapat memengaruhi waktu gigi susu pada bayi tumbuh.

Pada usia 6 bulan, sebanyak 15 persen bayi memiliki satu hingga enam gigi. Sedangkan pada usia 12 bulan, hampir 98 persen bayi memiliki hingga 12 gigi.

Pada penelitian tersebut, sampel air liur dikumpulkan dari 142 wanita miskin pada trimester kedua dan ketiga. Peneliti mengukur kadar kortisol, progesteron, testosteron, hingga hormon lainnya.

Hasilnya, bayi dari ibu dengan kadar kortisol tertinggi dalam air liurnya memiliki empat gigi lebih banyak rata-rata pada usia 6 bulan, dibandingkan dengan bayi dari ibu dengan kadar kortisol yang paling sedikit.

Bahkan hormon stres kortisol juga berdampak negatif pada pertumbuhan tulang, terutama pada bayi yang sedang berkembang.

“Kortisol ibu yang tinggi selama akhir kehamilan dapat mengubah pertumbuhan janin dan metabolisme mineral, termasuk pengaturan kadar kalsium dan vitamin D. Keduanya penting untuk mineralisasi tulang dan gigi,” sebut Meng.

Selain itu, Meng menjelaskan, kortisol juga memengaruhi aktivitas sel osteoblas dan osteoklas yang bertanggung jawab untuk membangun, membentuk, dan merombak tulang.

Meskipun gigi bayi yang tumbuh lebih awal tak perlu dikhawatirkan, namun Meng memperingatkan orang tua baru harus tetap waspada terhadap tanda-tanda tidak nyaman pada bayi mereka.

Saat ini peneliti tengah melakukan penelitian lebih mendalam terkait hubungan hormon ibu hamil terhadap perkembangan yang mendorong perubahan waktu erupsi gigi, hubungan pasti antara percepatan erupsi gigi dengan penuaan dan perkembangan biologis, serta percepatan pertumbuhan gigi terhadap kesehatan anak secara umum.