Akibat Insiden Benturan Dengan Pemain Guinea, Kepala Witan Sulaeman Dapat 5 Jahitan

Jakarta, GPriority.co.id – Kapten timnas Indonesia U-23, Witan Sulaeman, mendapatkan 5 jahitan pada bagian kepalanya akibat insiden benturan dengan pemain Guinea. Benturan tersebut ternyata sangat keras, hingga menyebabkan kepala Witan menjadi sobek dan berdarah. Seusai pertandingan pada laga play-off Kamis (9/5) kemarin, Witan pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Insiden kepala Witan Sulaeman yang berbenturan dengan pemain Guinea, terjadi tepat sebelum gawang Indonesia kejebolan untuk pertama dan terakhir kalinya. Insiden tersebut terjadi saat Witan ingin menyundul bola di udara.

Tim kesehatan pun kemudian bergegas ke lapangan untuk memberikan pertolongan kepada Witan. Setelah mendapatkan pertolongan, Witan pun kembali menjalankan laga pertandingan dengan posisi kepala yang diperban.

Melihat kondisi tersebut, banyak netizen Indonesia yang membuat lelucon soal kepala Witan yang menggunakan perban. Mereka menganggap Witan seperti menggunakan peci saat bertanding.

Sontak, hal ini pun langsung dikomentari oleh istri sang kapten, setelah pertandingan usai. Melalui Instagramnya, istri Witan mengaku sedih karena luka Witan malah dijadikan sebagai bahan lelucon.

“Yang kalian tertawakan, kata Witan “ini namanya perjuangan”. He’s not okay! It’s not a joke! He’s crying (Dia nggak baik-baik saja, ini bukan lelucon, dia nangis) (emotikon menangis dan hati),” tulis istri Witan, pada postingan akun Instagramnya, @rismahanisulaiman_, Jumat (10/5).

Lebih lanjut, istri Witan juga mengapresiasi kerja keras sang suami. Bahkan dirinya menilai bahwa Witan bekerja terlalu keras dalam pertandingan kemarin.

“Diberi tanggung jawab jadi captain, makanya dia bermain lebih dari biasanya. kepala sudah berdarah malah main sampai menit akhir bahkan perban sampai terlepas sendiri. Ayah berjuang terlalu keras. Ternyata ayah lebih kuat dari lawan,” ujar Risma.

“Kesalahan itu bukan dalam kotak penalti! Harusnya Indonesia bisa menang! Terima kasih perjuangannya ayah. With all due respect captain,” lanjutnya.

Seperti yang telah diketahui, timnas Indonesia gagal meraih tiket terakhir untuk menuju Olimpiade Paris 2024. Hal ini dikarenakan Indonesia harus menelan kekalahan, setelah Guinea berhasil menjebol gawang Ernando Ari lewat tendangan penalti dari Ilaix Moriba pada menit ke-29.

Meski gagal, namun kerja keras timnas Indonesia patut diapresiasi karena mampu berada pada titik ini pun bukanlah hal yang mudah bagi garuda muda.

Foto : X / @faktasepakbola