Ambil Manfaat Dari Medsos

Kolaka,Gpriority- Siapa bilang media sosial tidak ada manfaatnya. Buktinya banyak sekali bloggers dan selebgram yang memanfaatkannya untuk menghasilkan uang. Alasan itulah yang membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Siber Kreasi bersama Dyandra Promosindo mengangkat tema “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial” di dalam Rangkaian Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi yang pada 17 Juni 2021 dipusatkan di Kabupaten Kolaka.

Dalam acara yang dihadiri 483 peserta, Kominfo, Siberkreasi dan Dyandra Promosindo menghadirkan para narasumber yang ahli dibidangnya seperti Zainal Ishaq selaku Fact Checker Tempo, Syaifuddin Gani selaku Founder Pustaka Kabanti dan Peneliti Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara, Aswan Zanynu selaku Konsultan Media Massa dan Komunikasi, serta Harnita Rahman selaku Pegiat Literasi dan Direktur Kedai Buku Jeni. Sedangkan yang bertindak sebagai moderator adalah Ariemega yang merupakan salah seorang peneliti.

Pemateri pertama Zainal Ishaq memaparkan tentang “Digital Skill: Positif, Kreatif, dan Aman di Internet”. Sedikitnya ada tiga manfaat yang dapat diambil oleh warganet, masing-masing adalah meningkatkan hubungan dengan orang lain atau konektivitas, sebagai sumber informasi, serta menjadi sarana tambahan penghasilan atau alat bisnis baru. “Kunci monetisasi dari media sosial atau pengelolaan situs yang dimiliki itu adalah kreatif, konsisten atau kontinuitas, dan konten sebaiknya tidak mengandung unsur pornografi dan SARA,” katanya.

Selanjutnya, hadir pemateri kedua Harnita Rahman yang menjelaskan tentang “Digital Ethic: Bebas namun Terbatas Berekspresi di Media Sosial”. Warganet yang telah memiliki akun media sosial akan bebas menampilkan ekspresinya, tapi kebebasan tersebut akan menjadi terbatas karena bersinggungan kebebasan yang dimiliki orang lain. Sayangnya, kebebasan di dunia maya sekarang ini cenderung kebablasan, sehingga terkadang muncul pertentangan di antara para warganet.

Oleh karena itu, etika yang selama ini berlaku di dunia nyata seharusnya juga perlu disadari dan diterapkan di media sosial. “Kita juga harus tahu apa yang perlu dilakukan dan tidak perlu dilakukan atau istilahnya don’t and do. Untuk yang tak perlu dilakukan, misalnya memberitahu atau membagikan alamat rumah ke media sosial, nomor telepon, dan tempat lokasi saat ini atau check in. Sedangkan hal yang harus dilakukan antara lain kepada orang tua untuk terus mengawasi aktivitas media sosial anak-anaknya,” ujar Harnita.

Pemateri ketiga Syaifuddin Gani membahas “Digital Culture: Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Internet”. Fenomena berbahasa yang terjadi saat ini cukup mengejutkan. Sejumlah fakta ditemukan bahwa masih banyak orang yang justru bangga berbahasa asing, bahkan memandang bahasa Indonesia sudah tak lagi relevan. “Fenomena berbahasa di internet pun kian dinamis. Betapa beragamnya bahasa gaul dan alay, terkadang membuat penerima harus berpikir keras untuk paham,” ujarnya.

Materi terakhir disampaikan M Aswan Zanynu yang menjelaskan tentang “Digital safety dengan mengambil tema Kenali dan Pahami Rekam Jejak Era Digital. Menurutnya, terdapat beberapa tips agar jejak yang ditinggalkan warganet di internet maupun media sosial tetap aman. Pertama, tentukan batas privasi dalam mengirimkan konten. “Terkadang ada orang yang membagikan keberadaannya sedang ada di sini dan di situ, namun tanpa sadar orang tersebut justru komplain ketika ada orang yang tahu informasi tersebut,” kata dia.

Menurut Aswan, tips kedua yang perlu dilakukan adalah menimbang-nimbang dulu sebelum mengirimkan sesuatu di dunia maya. Selanjutnya, hapus atau nonaktifkan akun-akun yang sudah tidak digunakan yang memuat informasi tentang diri kita. Ia menambahkan, munculnya penyedia jasa untuk menghapus data-data akun juga perlu disikapi dengan bijak dan hati-hati.

Seminar virtual yang menarik ini memancing munculnya pertanyaan dari para peserta. Salah satunya disampaikan dari Rajulan DM yang bertanya kiat-kiat apa agar bisa menularkan literasi digital kepada orang lain dan lingkungannya. Panitia seminar virtual kali ini menyediakan 10 voucher dengan nilai masing-masing Rp 100.000 yang akan diberikan kepada 10 penanya terbaik.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif dari para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (Hs.Foto.dok.Dyandra Promosindo)

Related posts