Banjir Terjang NTT, 68 Warga Meninggal

Kabar duka kembali datang dari Timur Indonesia, kali ini Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mengalami bencana alam.

Ya, tepat pukul 01.00 WITA, banjir bandang yang cukup besar menghantam  beberapa kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan laporan dari Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui siaran persnya hari ini (6/4/2021),  hingga  Selasa pagi (6/4/2021) BNPB mencatat ada 68 orang yang meninggal dunia.Ke-68 korban meninggal dunia tersebut 44 diantaranya warga Kabupaten Flores Timur, 11 di Kabupaten Lembata, 2 di Kabupaten Ende dan 11 lainnya di Kabupaten Alor.

Selanjutnya terdapat pula 15 orang luka-luka. Masing-masing merupakan 9 orang warga Flores Timur, 1 warga Kabupaten Ngada dan 5 lainnya warga kabupaten Alor.

Berikutnya, ada 70 orang yang masih dinyatakan hilang. 26 merupakan warga Flores Timur, 16 warga Kabupaten Lembata dan 28 lainnya warga Kabupaten Alor.

Hingga data ini diturunkan, setidaknya ada 938 Kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir bandang. “ Jumlah tersebut setara dengan 2.655 jiwa orang yang terdampak dan hingga kini masih terus dalam pendataan,” jelas Raditya Jati.

Lebih lanjut dikatakan Raditya, BNPB juga mencatat Kerugian materiil yang diakibatkan banjir bandang yang terjadi pada Minggu malam. Adapun kerugian materiil yang dimaksud; 25 unit rumah rusak parah, 114 unit rumah rusak sedang, 17 rumah hanyut, 60 rumah terendam, 743 rumah terdampak. Kemudian ada 40 titik akses jalan tertutup pohon tumbang, 5 jembatan putus, 1 unit fasilitas umum terdampak dan 1 unit kapal tenggelam.(Hs.Foto.dok.GP)

Related posts