Berhati-hatilah Memberikan Informasi Data Diri, Banyak Penipu Daring

Sinjai,Gpriority-Literasi digitalisasi menjadi sangat penting di masa pandemi Covid-19. Untuk itulah Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo terus melanjutkan kolaborasinya dengan menggelar Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” secara virtual. Kali ini gelarannya di pusatkan di Sinjai, Sulawesi Selatan.

Dalam gelaran yang mengangkat tema Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”, sebanyak 1.016 peserta yang berasal dari berbagai kalangan mengikutinya. Hal ini tentu saja membuat empat narasumber yang terdiri dari Co-Founder Frodigi Digital, Agencies, Andi Mauraga; pembuat konten, Valentina Melati; dosen IAIN Palopo, Adzan Noor Bakri; dan dosen Politeknik ATI Makassar, Asyraful Insan Asry. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Ratih Aulia selaku jurnalis bersemangat untuk memberikan materinya.

Untuk pemateri pertama, Kominfo,Siberkreasi dan Dyandra Promosindo menghadirkan Andi Mauraga yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Bertransaksi Digital Aman dan Nyaman”. Menurut dia, hal yang perlu diperhatikan agar aman bertransaksi digital, antara lain hindari menyimpan detail kartu dan Wifi publik, gunakan jendela pribadi, waspadai aplikasi penipuan, serta verifikasi penerima pembayaran.

Berikutnya, Valentina menyampaikan materi etika digital berjudul “Etika Bertransaksi di Dunia Digital”. Ia mengatakan, penerapan netiket dalam bertransaksi di dunia digital penting untuk menjaga kenyamanan dunia maya sekaligus menghindarkan ancaman sanksi moral maupun hukum. “Sikap sopan dan bijak di dunia maya akan meninggalkan rekam jejak digital yang positif. Ini berguna dalam menunjang reputasi serta kredibilitas pribadi,” pesannya.

Sebagai pemateri ketiga, Adzan membawakan tema budaya digital tentang “Cara dan Legalitas Membayar Tagihan Daring”. Menurut pendapatnya, tatanan kehidupan baru mengharuskan kita beradaptasi dengan digitalisasi dalam segala aspek kehidupan dan konektivitas internet menjadi kebutuhan utama. “Makan nggak makan asal tersambung dengan internet,” selorohnya.

Adapun Asyraful, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Jenis-jenis Penipuan di Internet dan Cara Menghindarinya”. Ia mengatakan, kewaspadaan dan pemahaman akan keamanan digital perlu ditingkatkan di tengah banyaknya aksi penipuan daring mulai dari pengelabuan hingga skimming. “Jika menjadi korban, masyarakat bisa melapor ke polisi berbekal bukti yang cukup atau melalui laman patrolisiber.id,” terangnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu pertanyaan menarik yang dikemukakan peserta adalah tentang bagaimana cara agar tidak mudah terjebak tautan/aplikasi penipuan. Narasumber menegaskan agar jangan mudah percaya tautan yang diterima tanpa memeriksa ke laman/akun resmi terkait. “Bila perlu, hubungi layanan pelanggan untuk klarifikasi,” imbuhnya.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dok.Dyandra)

 

 

 

Related posts