Ciptakan Masa Depan yang Cerah Melalui “Ethical Living for SDGs”

Lingkungan hidup yang aman dan nyaman menjadi tujuan setiap orang. Hal inilah yang membuat Yuji Ishii, selaku Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk, pada Kamis (28/7/2021) mengumumkan secara virtual  “Konsep Ethical Living For SDGs”, dengan menangkap isu lingkungan di Indonesia dan minat konsumen terhadap produk ramah lingkungan dan  hijau.

“Kenapa harus konsep Ethical Living For SDGs? Karena konsep ini bertujuan untuk berkontribusi langsung dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang mengusung konsep gaya hidup baru dengan menerapkan Kebaikan kecil yang dapat dengan mudah berkontribusi ke dalam kehidupan, dan mengambil langkah baru dari hal kecil dengan memanfaatkan teknologi terkini,” jelas Yuji.

Berbekal alasan itu pulalah maka di dalam logo konsep Ethical Living For SDGs  seperti dijelskan Yuji terkandung 12 elemen yang mengandung semua pemikiran menuju perwujudan SDGs. Adapun elemen yang dimaksud:

1.Aktivitas perusahaan untuk dikembalikan pada masyarakat.

2.Eksplorasi inovasi untuk mewujudkan kehidupan yang makmur.

3.Perasaan saling menghormati dan menerima perbedaan.

4.Hubungan antar manusia, orang tuadan anak, serta perawat dan yang dirawat.

5.Kebijaksanaan untuk menyediakan pengetahuan yang benar.

6.Ketenangan pikiran melalui keadilan dan keamanan.

7.Matahari sebagai sumber energi alam.

8.Keberlanjutan pemakaian ulang sumber daya.

9.Realisasi lingkungan yang makmur.

10.Konservasi lingkungan dan sumber daya laut serta pemeliharaan keanekaragaman hayati.

11.Pemanfaatan hutan secara berkelanjutan.

12.Perhatian dan kontribusi pada kesejahteraan dengan menganggap binatang sebagai partner.

Lantas apa saja wujud nyata Uni-Charm Indonesia di dalam penerapan konsep tersebut? Yuji Ishii menjelaskan, yang pertama peluncuran produk Charm and Protect Pollution Mask dalam edisi terbatas yang menggunakan kemasan dari kertas daur ulang 100% untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2021. “ Pemanfaatan kertas daur ulang 100% adalah upaya pertama yang dilakukan Unicharm Group,” jelas Yuji.

Yang kedua adalah menjalankan aktivitas untuk menambah opsi dalam memecahkan berbagai masalah dalam tumpukan sampah di Indonesia melalui daur ulang sampah.

Yuji berharap langkah yang diterapkannya ini bisa menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan hidup yang selama ini terjadi di Indonesia.(Hs.Foto.dok.Uni-charm)

 

Related posts