BRIN Siapkan Riset Budaya Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif Indonesia

Program “BRIN Goes to Industry 4” yang berlangsung pada Selasa (19/5) di BRIN M.H. Thamrin, Jakarta Program “BRIN Goes to Industry 4” yang berlangsung pada Selasa (19/5) di BRIN M.H. Thamrin, Jakarta

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN menegaskan komitmennya menjadikan riset budaya sebagai penggerak baru ekonomi kreatif nasional melalui program “BRIN Goes to Industry 4” yang berlangsung pada Selasa (19/5) di BRIN M.H. Thamrin, Jakarta.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat daya saing industri kreatif Indonesia di tengah transformasi digital dan perkembangan teknologi global.

Dalam inisiatif tersebut, BRIN menyoroti bahwa budaya tidak lagi hanya dipandang sebagai warisan tradisional, tetapi juga aset strategis yang dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.

Pendekatan berbasis riset dinilai mampu membuka peluang baru bagi subsektor kreatif seperti animasi, desain visual, game, kriya, film, hingga konten digital berbasis budaya lokal.

Transformasi menuju era Industri 4.0 juga mendorong kolaborasi antara riset, teknologi, dan kreativitas. BRIN melihat digitalisasi sebagai peluang besar untuk memperluas pemanfaatan budaya Indonesia dalam industri modern.

Pemanfaatan teknologi seperti augmented reality, animasi digital, hingga platform kreatif berbasis kecerdasan buatan dinilai dapat memperkuat posisi budaya lokal di pasar global.

Selain memperkuat identitas nasional, pengembangan riset budaya juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi. Pemerintah bahkan mulai memandang ekonomi kreatif sebagai “tambang baru” Indonesia karena potensinya yang terus berkembang dan mampu membuka lapangan kerja baru berbasis inovasi.

BRIN menilai riset memiliki peran penting dalam memetakan potensi budaya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Dengan dukungan teknologi digital, hasil riset tersebut dapat diintegrasikan ke dalam berbagai produk industri kreatif yang memiliki nilai komersial tinggi sekaligus memperluas pasar budaya Indonesia ke tingkat internasional.

Di sisi lain, perkembangan industri kreatif berbasis budaya juga mendapat perhatian publik dan komunitas digital. Sejumlah diskusi di media sosial menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan aset budaya digital, termasuk dalam industri game dan konten kreatif lokal.

Melalui “BRIN Goes to Industry 4”, BRIN berharap riset budaya tidak berhenti sebagai kajian akademik semata, tetapi mampu menjadi fondasi lahirnya inovasi kreatif yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Program ini sekaligus mempertegas bahwa budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru di era digital.