Bun… Sekarang Stok Daging Sapi di Pasar Aman

Akibat adanya kenaikan harga karkas di tingkat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berdampak pada kenaikan harga daging sapi di tingkat pedagang membuat Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta seperti dikatakan Ketuanya Asnawi melakukan mogok dagang dari tanggal 20-24 Januari 2021.

Aksi mogok sendiri seperti dikatakan Asnawi, tidak hanya dilakukan oleh DPD APDI DKI tetapi juga oleh seluruh DPD APDI Botabek. Akibat aksi mogok inilah, daging sapi per 20 januari 2021 mulai hilang di pasar tradisonal dan modern Jabodetabek.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto mengatakan
Kemendag telah berkoordinasi dengan APDI dan memperoleh informasi bahwa harga karkas di tingkat RPH mengalami penyesuaian sekitar 11,6—12,6 persen pada Januari 2021.

Dikatakan Suhanto, kenaikan harga karkas di RPH saat ini dipicu oleh kenaikan harga sapi bakalan asal Australia selama satu semester terakhir, yang pada Juni 2020 masih berada di kisaran USD 2,8/kg berat hidup dan kini pada Januari 2021 menjadi USD 3,78/kg berat hidup. Faktor utama penyebab kenaikan harga sapi bakalan di Australia diakibatkan adanya program repopulasi, pemenuhan permintaan konsumsi dalam negeri, dan peningkatan permintaan dari negara lain terutama di tiga bulan terakhir di negara tersebut.

“Sebagai upaya menindaklanjuti mogok sebagian pedagang daging sapi di wilayah Jadetabek, dalam jangka pendek Kemendag telah berkoordinasi dengan pemasok daging sapi dan APDI untuk memastikan kelancaran distribusi pasokan dan ketersediaan daging di pasar di wilayah Jadetabek,” tandas Suhanto.

Suhanto menambahkan, Kemendag juga telah bertemu dengan para importir sapi bakalan dan mengimbau para importir untuk membantu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga sapi bakalan sampai di RPH dengan harga yang dapat menjamin agar pedagang daging sapi di pasar rakyat tetap dapat berjualan dengan keuntungan yang wajar.

“Dalam kondisi saat ini, Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan berbagai pihak lainnya agar harga daging sapi di tingkat eceran masih dapat dijangkau oleh masyarakat dengan ketersediaan yang cukup. Selain itu, Pemerintah akan mempersiapkan strategi baru sebagai alternatif guna memenuhi permintaan daging sapi,” tutur Suhanto.

Suhanto dalam siaran persnya juga mengatakan, mulai Kamis (21/1/2021) stok daging sapi sudah mulai tersedia lagi di pasar Jabodetabek.”APDI sepakat untuk kembali berjualan mulai Kamis (21/1), sehingga stok daging sapi di pasar kembali tersedia,” tutup Suhanto.(Hs)

Related posts